1/3 OTAK ANAKKU
DIAMPUTASI. KINI DAPAT HIDUP NORMAL KEMBALI
Kini Achmad Syakir, 19 tahun sudah bisa membaca dan bercanda dengan
adik-adiknya. Ia juga bisa berkonsentrasi dalam, sehingga mampu
mengolah pikirannya selama berjam-jam. Tertawanya juga semakin lepas
dan ia mampu berlari-lari kecil. Aisyah Al Habsy, ibunda Syakir merasa
bersyukur atas karunia Allah SWT yang dilimpahkan kepadanya.
Kecelakaan yang menimpa Syakir, menurut Aisyah, tetap disyukurinya.
“Ini bentuk perhatian Allah SWT kepada saya dan
keluarga,”
kata Aisyah, mengawali ceritanya. Syakir mengalami penderitaan dan
perjuangan dahsyat untuk bertahan hidup. Kecelakaan hebat yang terjadi
pada 6 September 2006 hampir saja merenggut pemuda yang hobi otomotif.
Kepala Syakir harus terbentur kali yang besar saat ia mengikuti balapan
motor. Imbasnya, 1/3 otak Syakir
harus hilang.
Penanganan yang tidak memuaskan dari RS Umum di Indonesia membuat
Aisyah harus menerbangkan Syakir ke RS di Singapura, “Kenapa
baru
dibawa sekarang? Ujar dokter Singapura kepada saya,” cerita
Aisyah. Tubuh Syakir kaku, jangankan bicara, menggerakkan bola matanya
saja sulit, apalagi menggerakkan anggota tubuhnya. Tim Dokter memvonis
Syakir akan sembuh dalam waktu 7 tahun, itupun tidak sempurna,
Syakir
akan seperti anak kecil, bicara tidak jelas, berfikirpun akan sangat
lambat, itu semua karena imbas dari hilangnya sebagian otaknya.
“Tapi saya yakin
Allah SWT akan menyembuhkan anak
saya,”
ungkap Aisyah.
Hampir 3 bulan Aisyah dan Syakir menetap di Singapura tanpa harapan
pasti. Pertengahan Februari Aisyah mulai memberikan Tahitian Noni Juice kepada Syakir
hingga 500ml sebagai Obat Strokenya.
Perubahan
pun terjadi di hari ke-5. Syakir bisa menggerakkan lehernya.
“Sekarang? Ia sudah beraktivitas seperti biasa,”
cerita
Aisyah. Sebagai ucapan syukur yang dalam, sejak saat itulah Aisyah
membagi pengalamannya ber-Tahitian
Noni Juice kepada orang-orang yang
membutuhkan kesehatan. Jadi, Tahitian
Noni Juice dapat digunakan
sebagai Obat Stroke.
Aisyah
Al Habsy dan Achmad Syakir
86%
BATANG OTAK RUSAK, KINI SADAR KEMBALI
Ibu Agian merupakan korban mal praktek di sebuah rumah sakit di
Jakarta. Terjadinya kasus mal praktek itu menyebabkan 86% otak dari Ibu
Agian mengalami kerusakan parah. Suami korban, Hasan Kusuma, sempat
mengajukan permohonan euthanasia atau suntik mati untuk istrinya kepada
DPR RI karena harapan hidup Ibu Agian amat kecil dan biaya perawatan
yang sangat mahal. Menurut cerita Hasan, kondisi kesehatan istrinya
kini terus membaik tak lain karena Ibu Agian mengonsumsi Tahitian Noni Juice sebagai Obat
Strokenya. Dulu Ibu Agian harus menelan
sekitar 46 jenis obat sehari yang harganya Rp 1 jutaan. Berkat Tahitian Noni Juice, konsumsi obat
berangsur
berkurang hingga tinggal 3 jenis sehari. Kesehatannya berangsur pulih,
harapan hidupnya kembali hadir. Tentu ini perlu disyukuri sebagai
rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, Tahitian
Noni Juice dapat digunakan
sebagai Obat Stroke.
Ibu
Agian Isnanauli, Bogor
KISAH
SEMBUH DARI LEUKEMIA [KANKER DARAH] PERANTARA TAHITIAN NONI JUICE
Saya memiliki cerita, seputar pengalaman memerangi Leukemia yang saya
derita sejak 2005 silam. Doa saya selama 3 tahun yang mengharapkan agar
Tuhan YME, menyembuhkan penyakit Leukimia, akhirnya terjawab. Tahitian Noni Juice menjadi
perpanjangan tangan Tuhan dalam menyambuhkan
penyakit saya.
Ceritanya berawal pada bulan Agustus 2005. Saya merasa heran terhadap
penyusutan berat badan saya. Lemas dan kurang nafsu makan menjadi
pelengkap penderitaan saya. Anehnya saya tidak merasakan sakit di tubuh
maupun organ dalam saya.
Merasa aneh, saya memeriksakan darah saya ke sebuah laboratorium, pada
6 September 2005. Sore hari saya mengambil hasil laboratorium tes darah
saya. Betapa kagetnya saat saya membaca bahwa Leukosit saya berada di
angka 22.222, yang seharusnya normalnya berada dikisaran 4.000 -
10.000. saat itu menjadi momentum terberat bagi saya. Saya memutuskan
untuk berobat secara medis. Menurut
dokter penyakit saya bisa
disembuhkan, dengan catatan meminum obat setiap hari seumur hidup.
Bayangkan saya harus minum obat yang sebutirnya berharga Rp 250.000,-
dan saya harus meminumnya sehari 4 kali.
Suatu hari saat diadakan reuni jemaat pasca kepergian ke Israel, ada
seorang jemaat yang menilai bahwa wajah saya semakin pucat dan badan
terlihat kurus. Akhirnya saya ceritakan mengenai penyakit saya.
Kemudian ia memberikan sebotol Tahitian
Noni Juice untuk mengatasi
masalah kesehatan saya. Dengan dosis 1 x 30cc sehari dan dibarengi
dengan konsumsi obat medis, saya merasakan perubahan dalam tubuh saya.
Hasil laboratorium saya kembali normal dan membaik.
Stamina prima, dan nafsu makan meningkat, Saya yakin bahwa Tahitian Noni Juice benar-benar
perpanjangan Tangan Tuhan dalam kesembuhan saya.
Saya sarankan Tahitian Noni Juice.
Paulus
Maria Bagus
PENANGANAN
HIPERTENSI, LUPUS, DIABETES, KEGEMUKAN DENGAN TAHITIAN NONI JUICE
Pada tahun 1996, berat badan Jimmy Williams mencapai 420 pounds. Dia
mengidap Hipertensi dan Lupus. Jimmy harus
menggunakan steroid untuk menangani Lupus. Akibat pemakaian steroid
ini, Jimmy mengalami kerusakan pankreas. Jimmy mendapat penyakit baru,
yaitu Diabetes. Jimmy harus menggunakan 45 unit insulin dua kali setiap
hari. Jimmy mau mencoba Tahitian
Noni Juice sebagai Obat
Diabetes, HIpertensi, dan Lupus-nya. Setiap pagi, Jimmy mengkonsumsi
10-12 Oz Tahitian Noni Juice,
disertai minum 8 Oz distilled water, dan minum
banyak air. Dia tetap memakai obat Hipertensi dan Steroid.
Setelah beberapa waktu, dia tidak merasa lapar seperti hari-hari
sebelumnya dan berat badannya mulai berkurang. Berat badannya berkurang
130 pounds, ukuran celana berkurang dari 60” menjadi
46”.
Sekarang dia tidak lagi bergantung pada Insulin, dokternya menyarankan
untuk menghentikan pemakaian obat Hipertensi. Dia sangat bersuka cita
atas berkat yang diberikan Tuhan dalam hidupnya. Semua dokternya sangat
heran melihat perkembangan kesehatan Jimmy yang sangat luar biasa.
Sekarang Jimmy menjadi peminum Tahitian
Noni Juice yang setia.
Jimmy
Williams
SEMBUH
DARI ASMA KRONIS PERANTARA TAHITIAN NONI JUICE
SEDINGIN apapun udara yang menyeruak Pekanbaru, Sumatera Selatan,
tempat tinggalnya, dan sebanyak apapun minyak yang terdapat dalam
goreng-gorengan yang menjadi makanan favoritnya tidak akan membuat
Blasius Priyo Anggitocahyo harus menghirup nebulazer atau alat pelega
pernafasan semacam oksigen steril melalui mulutnya.
Berkat Tahitian
Noni Juice yang disuguhkan Andalusia Maryono, Ibunda
Blasius sebanyak 30ml setiap 1 jam sekali, membuat asma kronis yang
menyerangnya semenjak usia 2 tahun serta merta sirna. Padahal sudah
berbagai macam cara yang ditempuh untuk menyembuhkan Blasius.
Diagnosa dokter yang menyebutkan bahwa Blasius menderita alergi udara
dingin yang membuatnya kesulitan bernafas. Anehnya, penyakit itu muncul
tanpa sebab yang jelas, intervalnya pun tidak mudah diketahui, datang
sesukanya.
Suatu hari Lusia mengajak Blasius untuk mengunjungi kakaknya, Fransiska
yang berada di Jakarta Juli 2007 silam. Merasa kondisi Blasius sedang
berada dipuncak, Lusia tidak membawa nebulazer untuk mengantisipasi
kambuhnya penyakit Blasius. Namun ternyata, saat jalan-jalan di mall,
penyakit Blasius kambuh, nafasnya tersengal-sengal, bahkan wajahnya
sudah membiru. Buru-buru Fransiska mengajak Lusia pulang dan memberikan
Blasius Tahitian Noni Juice
1 sloki setiap jam.
"Puji Tuhan, dalam waktu hampir 7 jam nafas anakku semakin stabil,
bahkan sampai saat ini sesak nafasnya sudah tidak pernah kambuh lagi,"
ceritanya. Kini semua penyakit yang hinggap di keluarga Lusia dapat
diatasi dengan Tahitian Noni Juice.
Terima kasih Tahitian Noni Juice!
Blasius
Priyo Anggitocahyo
TAHITIAN
NONI JUICE BENAHI PARKINSON
Usianya yang sudah berkepala enam tidak menyusutkan kegiatannya dalam
beribadah. Justru diusianya yang matang inilah, Nariani menjadi getol
beribadah. Tak tanggung-tanggung, Nariani merupakan bagian dari paduan
suara gereja didekat tempat tinggalnya.
Kegiatannya tersebut membutuhkan stamina yang prima dan kesehatan yang
optimal. Namun sangat disayangkan penyakit Parkinson yang menderanya
sejak 2006 silam membuat Niriani minder untuk tampil lagi di gereja.
"Awalnya suami saya yang melihat
sekitar leher saya bergerak sendiri
(tremor). Setelah selesai pertunjukan kami langsung menuju ke dokter
dan menanyakan hal tersebut. Dokter mendiagnosa bahwa saya menderita
parkinson," cerita Nariani.
Untuk lebih memastikan, Nariani memeriksakan diri ke dua rumah sakit
yang berbeda. Hasilnya sama, Nariani tetap mengidap parkinson. "Tak
hanya itu, hasil tes yang saya jalani menunjukkan bahwa kadar
kolesterol dan tekanan darah saya sangatlah tinggi," cerita
nariani
yang akhirnya mulai mngonsumsi Tahitian
Noni Juice pertengahan 2007
lalu.
Dosis awal Tahitian Noni Juice
Nariani adalah 4x30cc. Beberapa bulan
kemudian setelah mengonsumsi Nariani pergi ke Malaysia untuk melakukan
cek up. catatan medis yang didapat Nariani adalah sangat mengejutkan.
Parkinson yang dideritanya justru tidak tampak pada catatan medisnya.
"Saya heran, yang tercantum malah
hipertensi dan kolesterol tinggi,
sementara parkinsonnya negatif, tidak ada sama sekali," terang
Niriani
yang menjelaskan bahwa sebulan setelah mengonsumsi Tahitian Noni Juice
tremornya sedikit berkurang dan lambat laun menghilang.
Awal 2008 Nariani mulai menurunkan dosis menjadi 2x30cc, seiring itu
kadar kolesterol dan darah tingginya berangsur normal. "Tidak hanya
saya yang merasakan khasiat Tahitian
Noni Juice, suami saya yang
menderita serangan jantung dan maag akut selama 40 tahun, lambat laun
menjadi baik kesehatannya. Terima kasih Tahitian Noni Juice."
Kini Nariani tidak lagi malu tampil dimuka umum di gereja untuk
menyanyikan lagi rohani bersama kelompok paduan suaranya.
Nariani
PATAH
TULANG MEREKAT DALAM SEPEKAN PERANTARA TAHITIAN NONI JUICE
Akibat jatuh, tulang Henny yang patah harus dioperasi. Tapi berkat Tahitian Noni Juice, lima hari
kemudian menantuku bisa jalan.
Henny, menantu Setyarini, mengalami kecelakaan Juni 2005. Tulangnya
patah di enam tempat (retak), sehingga harus dirawat di rumah sakit.
Bila tersentuh atau bergerak sedikit saja, dia akan berteriak kesakitan.
Dari hasil rontgen, terlihat jelas ada celah pada bagian yang patah.
Dokter menyarankan untuk segera dioperasi. Diperkirakan dibutuhkan
waktu sekitar 3 bulan untuk dapat pulih kembali. Atas saran seorang
ahli farmasi dan kesehatan holistik, Henny meminum Tahitian Noni Juice
3 kali sehari, masing-masing 60ml.
Luar biasa hebatnya! Hanya dalam waktu lima hari atau belum sampai
sepekan, Henny sudah bisa turun dari tempat tidur dan berjalan sendiri
ke kamar kecil, tanpa rasa sakit sedikitpun! Setelah di rontgen lagi,
tampak tulang-tulang yang patah mulai tersambung. Tidak ada celah lagi,
rapat!
Dari buku-buku mengenai noni diketahui bahwa tabib-tabib bangsa
Polinesia telah menggunakan noni selama ribuan tahun untuk mempercepat
penyembuhan patah tulang.
Sekembalinya ke rumah, timbul masalah lain. Akibat benturan keras waktu
kecelakaan itu, pinggulnya menjadi bengkak. Tanpa ragu lagi, Setyarini
mengompres dan menempel pinggul Henny dengan perban yang telah
dibasahi Tahitian Noni Juice.
Tak sampai seminggu, bengkaknya kempes dan
bentuknya normal kembali. Suatu pengalaman berharga dari Tahitian Noni Juice yang bisa
dibagikan kepada yang membutuhkan!
Henny
AWALNYA
PASCA OPERASI JANTUNG, HANYA MAMPU BERJALAN 1 METER
Kesehatan menjadi berkat
Tuhan yang tak ternilai harganya bagi Rose Ida
P. Silitonga. Ibu dari 3 anak ini pernah mengalami sakit yang
memilukan. Tapi berkat Tahitian
Noni Juice yang ia konsumsi sejak
Februari 2008, penyempitan pembuluh darah yang ia derita berangsur
pulih.
Setelah dua kali, Ida menjalani operasi pembalonan agar aliran darah
dari dan menuju jantung beredar secara normal. Pertama tahun 2000,
operasi berjalan lancar dan tanpa efek samping.
Memasuki tahun 2007, Ida merasakan ulu hatinya sakit luar biasa, "Saya
tidak bisa menggambarkan rasa sakitnya, karena rasanya sangat sakit
sekali," jelas Ida. Saat berkonsultasi dengan dokter
langganannya, Ida
didiagnosa kembali mengalami penyempitan pembuluh darah dijantungnya.
Dokter pun menyarankan operasi. Tapi Ida menangguhkannya, karena ia
sedang merenovasi rumahnya.
Setelah proyek renovasi selesai September 2007, Ida pun menjalani
operasi balonisasi dan pemasangan ring pada jantungnya. Dua bulan
kemudian ia masih merasakan sakit pada ulu hatinya, bahkan semakin
parah. "Setiap jalan 1 meter saya
harus berhenti karena sakit." Saat
harus kembali ke rummah sakit dan di vonis kembali harus menjalani
operasi, Ida menolak. Ida memilih pengobatan alternatif. Salah satunya
pengobatan akupuntur. Namun hal itu tidak berbuah hasil. Saat
kepasrahan mulai menghampirinya, Ida teringat Tahitian Noni Juice yang
pernah diinformasikan tantenya.
Bulan February 2008 Ida mulai mengonsumsi Tahitian Noni Juice dengan
dosis 2x30cc sehari. Saat berkonsultasi dengan ahlinya, Ida disarankan
untuk meningkatkan dosisnya menjadi 2x60cc sehari. Ketika
detoksifikasi, sakitnya sungguh luar biasa. "Puji Tuhan detoksifikasi
itu hanya memakan waktu 3 hari, selebihnya saya tidak lagi merasakan
sakit." Kini, Ida terlihat lebih segar dan memiliki berat badan
yang
proporsional ketimbang dahulu.
Rose
Ida P Silitonga
TESTIMONI
KESEMBUHAN ALERGI KULIT MENAHUN PERANTARA TAHITIAN NONI JUICE
Lebih dari 18 tahun,
M. Sholikin mengalami alergi kulit yang menyiksa
hidupnya. Bayangkan, makan apapun bisa membuat kulitnya gatal dan
memerah diseluruh bagian tubuhnya.
Tak hanya makanan yang membuat tubuh ayah dua anak ini menjadi gatal,
merah, dan panas pada kulitnya. Pakaian yang harus dikenakan adalah
pakaian 100% berbahan katun. "Jika
tidak, maka seluruh tubuh akan
kembali memerah," ungkapnya.
Sudah bermacam cara pengobatan dilakukan oleh M. Sholikin. Mulai medis
hingga alternatif. "Sampai-sampai
saya sudah bosan dengan rasa obat.
Entah efek samping apa yang bakal mendera saya akibat seringnya
mengonsumsi obat-obatan."
Namun semenjak disarankan oleh salah seorang sahabat untuk
mengonsumsi Tahitian
Noni Juice, makanan apapun pasti akan dilahap oleh pria asal
Kediri ini. "Dalam tiga hari
saja, Tahitian
Noni Juice sudah bekerja
menghajar alergi saya. Efek pertama adalah buang air besar saya menjadi
lancar dan rutin setiap pagi hari," ujar Sholikin yang
mempelajari
khasiat TNJ terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menginsumsinya.
Menjelang sebulan menginsumsi Tahitian
Noni Juice, Sholikin
memberanikan diri memakan sate kambing yang selama ini menjadi momok
baginya. Namun tidak ada gejala perut sakit dan ssering buang air besar
yang kadang membuatnya lemas, setelah memakan sate kambing. "Dalam hati
saya berkata, wah jus ini sangat ampuh memberantas keluhan saya yang
sudah menahun," ceritanya.
Kejadian serupa juga terjadi ketika pakaian dalam dan sabun yang
disarankan oleh dokter untuk dipakainya habis dipasaran sekitar tempat
tinggalnya di Denpasar. "Mau tidak
mau saya gunakan sabun biasa dan
pakaian dalam biasa. Alhamdulillah, tidak ada efek yang berarti dalam
kulit. Saya yakin bahwa, alergi saya berangsur-angsur pergi."
Alergi yang dialami Sholikin bermula ketika ia mendapatkan proyek
renovasi hotel Papandayan di bandung tahun 1990 silam. Pola makan yang
tidak teratur serta keletihan dan debu dalam pengerjaan proyeknya,
menjadi titik awal masalah alergi yang dialaminya. "Hal itu membuat
biaya hidup saya sangat tinggi. Bayangkan saja jika semua barang yang
saya gunakan harus steril. Bahkan harus sering cuci tangan jika
memegang sesuatu."
Puncaknya saat 2005 silam, demi menjaga alerginya tidak muncul ia harus
rela mengonsumsi nasi. "Habis kalau
saya makan menggunakan lauk, pasti
alergi saya akan timbul. Mau tidak mau saya hanya makan nasi saja,"
terangnya. Tapi sekarang keadaan sudah berubah, Sholikin tidak perlu
lagi pantang makanan. "Allah SWT telah menjadikan Tahitian
Noni Juice
sebagai mediasi kesembuhan alergi saya," tukasnya.
M.
Sholikin
TAHITIAN NONI
JUICE MENANGANI LEUKEMIA & KANKER KELENJAR
GETAH BENING - AKHIRI DERITA SANDRA SELAMA 4 TAHUN
Kecerian menyeruak
dari raut wajah seorang bocah yang hampir selama 4
tahun hidup dengan kegetiran menghadapi penyakit yang mengerikan. Dia
adalah Sandra, anak dari Renie D. Garnadi.
Demam berkepanjangan menjadi awal dari penyakit yang di derita oleh
Sandra. Hasil laboratorium tidak mengindikasikan Sandra terkena lupus,
sedangkan untuk leukemia, Renie tidak sempat memeriksakannya. Setelah
10 bulan perawatan, kondisi Sandra membaik. Tetapi pada 15 Mei 2006,
Sandra jatuh sakit lagi. Diawali dengan flu lalu demam yang
berkepanjangan, hingga anemia (HB mencapai 5,9), leukosit tinggi dan
berbagai gejala tidak normal lainnya, membuat Sandra harus dirawat di
rumah sakit selama 10 hari dan menjalani transfusi darah karena anemia
nya yang sudah kronis.
Diagnosa RS juga menyatakan adanya pembengkakan jantung akibat
anemia kronis tersebut. Derita yang dialami Sandra, membuat gadis kecil
ini tidak bisa jalan. Dokter menyarankan Sandra untuk dibawa ke ahli
tulang anak untuk fisioterapi. Sandra juga diperiksa dengan CT Scan di
bagian thorax dan abdomen serta biopsi. Dari pemeriksaan diketahui
bahwa Sandra menderita leukemia dan kelenjar getah bening atau limfoma
malignum stadium 4. Jalan satu-satunya adalah operasi mengangkat
tumor, kemoterapi, dan radiasi.
Karena kendala faktor fisik dan psikis, Renie mencari pengobatan
alternatif non medis. Ia bertemu Tahitian
Noni Juice dan Sandra mulai
mengonsumsi Tahitian Noni Juice
20 Juni 2006. 4 bulan kemudian Sandra
sudah bisa duduk. Panas tubuhnya menurun. Nafsu makannya meningkat.
Perubahan kesehatan Sandra sangat drastis, sehingga akhirnya si kecil
itu dapat berlari ceria semenjak Februari 2007 lalu.
"Hatiku menangis haru, sambil berucap syukur atas kesembuhan yang
diberikan ALLAH SWT melalui Tahitian
Noni Juice," Kata Renie.
Sandra
TESTIMONI
KESEMBUHAN PENDERITA DIABETES SELAMA 40 TAHUN PERANTARA TAHITIAN NONI
JUICE
Dulu Yusuf Ichsan, 67 tahun, selalu menakar kadar gula yang masuk
kedalam tubuhnya. Pasalnya ia mengidap diabetes semenjak usia 27 tahun.
Badan kerap merasa lemas, dan aktifitas terhambat karena tidak boleh
merasa lelah. "Cape sedikit pasti
badan akan merasa sesak," katanya.
Namun sejak ia rutin mengonsumsi Tahitian
Noni Juice April 2008 lalu,
gula darahnya yang selalu berkisar 200 keatas, kini berangsur normal
menjadi 140. "Sebelum saya menjalani shalat Tahajud, saya
mengonsumsi Tahitian
Noni Juice dahulu," cerita kakek 8 cucu ini.
Awalnya, cobaan ALLAH kepada Yusuf Ikhsan mencapai puncaknya 2003
silam. Sesak nafas berkepanjangan, tidak bisa buang air kecil, hingga
badannya yang tidak bisa bergerak. Sudah beragam cara, baik medis
maupun alternatif untuk mencari kesembuhan, namun kesembuhan tak jua
menyapa. "Saya hanya berikhtiar,
hasilnya saya pasrahkan kepada ALLAH,"
tegasnya.
Memasuki tahun ketiga penderitaannya, Yusuf diperkenalkan Tahitian
Noni Juice oleh anaknya Natalia Susianingrum. Awalnya ia
menolak, "Katanya
jamu! Jamu kok manis, mana bisa buat diabetesku, yang ada malah tambah
parah," ungkapnya dulu. Sekitar 3 tahun anak dan istrinya harus
bersabar untuk mengajak Yusuf meminum Tahitian
Noni Juice secara rutin.
April 2008 lalu, dengan bujuk dan rayuan, akhirnya Yusuf mau
mengonsumsi Tahitian
Noni Juice secara rutin. Setiap pagi, sore, dan
menjelang sholat Tahajud menjadi jadwal rutinnya mengonsumsi. Hanya
berselang 7 bulan mengonsumsi secara rutin, Yusuf Ikhsan kaget melihat
hasil lab untuk gula darahnya yang berkisar 140. "Selama 40 tahun belum
pernah gula darah saya berkisar kepala angka 1, minimal angka 2.
Alhamdulillah derita saya selama 40 tahun bisa terobati".
Yusuf
Iksan
KEBERHASILAN
PENANGANAN MASALAH KOLESTEROL, ASAM URAT, DAN MENDAPATKAN KETURUNAN
PERANTARA TAHITIAN NONI JUICE
Bagi sebagian orang
udang merupakan makanan berprotein tinggi yang
sangat digemari. Tapi tidak untuk Koko, kenikmatan udang hanya bisa ia
rasakan terbatas. "Jika saya mengkonsumsi lebih dari 1 udang galah
berukuran 10-15 cm pasti kaki ini akan snut-snut," ceritanya. Pernah
suatu ketika Koko membandel dan makan sampai 2 ekor udang, hasilnya
kaki membengkak. Koko sadar betul mengenai pola makan yang ia jalani
tidaklah sehat, terlebih seafood yang dikonsumsi berlebihan. karenanya
tingkat kolesterol dalam tubuh Koko cukup tinggi, dan ia juga mengidap
asam urat. Pernah suatu ketika pada Desemmber 2007, ia dan istri
diundang seorang rekan ke Tenggarong. Jamuan mewah pun tersedia,
sayangnya jamuan mewah itu kebanyakan makanan laut. "Mau tidak mau saya
harus makan," ujarnya. pada hari ketiga Koko mulai mempersiapkan mental
sampai ia berpesan pada istrinya agar menyimpan sepatunya ke dalam
kopor dan menyiapkan sandal. "Persiapan kaki yang bengkak'" katanya.
Namun yang dikhawatirkan tidak terjadi, Koko bersyukur. Pertanyaan
besar timbul pada diri Koko. Selama ini memang koko selalu
diberikan Tahitian
Noni Juice oleh istrinya setiap pagi dan sore, tapi Koko tidak
bertanya juice apa ini, "Saya tinggal minum aja, wong rasanya enak,"
ujar Koko. Dari situlah sang istri mulai menjelaskan bahwa juice yang
ia minum selama ini mempunyai khasiat yang luar biasa. Kejutan
berikutnya datang 3 bulan yang lalu (saat ini ditulis 6 Juni 2008),
Koko dikejutkan dengan berita bahagia. Kali ini sang istri telat datang
bulan, artinya Lala hamil. "Langsung saya sujud syukur." Koko
mendapatkan anugerah besar dari Allah SWT. Penantiannya selama 6 tahun
untuk mendapatkan keturunan akhirnya dikabulkan oleh Allah SWT.
"Berkat Tahitian
Noni Juice sebagai Obat Kolesterol dan Obat
Asam Urat saya, ikhtiar saya menjadi sempurna," kata Koko. Kini Koko
hanya ingin membantu mensyiarkan Tahitian
Noni Juice sebagai Obat
Kolesterol dan Obat Penyakit Asam Urat serta pengobatan
lainnya agar menjadi jalan dalam menyempurnakan usaha positif yang
diharapkan. "Janganlah berpikir tentang bisnis dulu, tapi niatkan bahwa
produk bagus ini bisa membantu kesulitan orang banyak. Tanamkan itu
pada diri anda, Insya Allah, Allah SWT akan membayarnya dengan berbagai
macam kebahagiaan," terangnya.
Koko
dan Lala
TAHITIAN
NONI JUICE MEMINIMALISIR PENYAKIT HYPOTHYROID, KISTA
PUN HILANG!
Pertemuannya
dengan Tahitian
Noni Juice, September 2006 lalu membuat 13
kista yang bersarang pada kelenjar hormon Cornelia Fatila Minarto, 39
tahun, yang tinggal 10% berangsur membaik. Bahkan dalam waktu sebulan,
5 buah kistanya hilang dan mengecil, stamina yang selama ini menurun
lambat laun kembali prima. Program untuk memiliki keturunan, membuat
90% kelenjar hormon Fatila harus diangkat oleh tim dokter Singapura
pada 1997 silam. Karena Penyakit Hypothyroid yang ia derita, membuatnya
kesulitan mendapatkan keturunan. Benar saja, setelah 2 bulan
operasi, saya langsung hamil,” ceritanya. Empat tahun
kemudian
Fatilia dan suaminya berencana memiliki keturunan lagi. Sayang rencana
itu tidak direstui dokter karena Fatila mengidap Penyakit Hypothyroid
atau produksi kelenjar hormon di bawah batas normal telah menyerangnya.
Bahkan pada kelenjar hormonnya dipenuhi 13 kista. “Dokter
menyarankan untuk mengangkat kelenjar hormon saya 3 bulan
lagi,”
katanya. Sekembalinya dari Singapura sambil menunggu proses operasi,
seorang rekan menawarkan Tahitian
Noni Juice kepadanya.
“Siapa
tahu Tahitian
Noni Juice bisa meminimalisir
penyakit-penyakit saya,
”Imbuh Fatila. Ketika pemeriksaan tiba, Fatila dan tim dokter
Singapura terperanjat melihat hasil pemeriksaan. Enam dari 13 kistanya
sudah hilang, dan kista yang masih ada semakin mengecil. Akhirnya,
tindakan operasi pengangkatan kelenjar hormon dibatalkan. Fatila
diminta kembali enam bulan berikutnya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Mengetahui bahwa Tahitian
Noni Juice membantu memulihkan kondisinya,
Fatila menaikkan dosisnya dari 30 ml pagi dan 60 ml malam menjadi 100
ml pagi dan 100 ml malam. Hasilnya, kistanya semakin berkurang makin
mengecil. “Tahitian
Noni Juice telah membantu
meminimalisir
penderitaan saya,” yakin Fatila.
Cornelia
Fatila Minarto
SEMBUH
DARI PENYAKIT RADANG OTAK!
Sungguh sedih jika melihat buah hati kita
menderita. "Saya ingin Dinda
kembali seperti dulu". Itulah ungkapan Fardiah Kurniati, ibu dari Dinda
Alfiana Firda (15 tahun). Dinda yang aktif, cerdas dan gigih belajar,
mengalami Penyakit Radang Otak yang fatal. Ia mengalami kemunduran
behavior. Perilakunya seperti anak kecil.
Berawal pada Januari 2006, dokter menyatakan Dinda mengalami epilepsi.
Ia kerap kejang, terutama bila letih berat. Pulang dari tur sekolah ke
Bali, penyakit Dinda kambuh. Ia mengalami kejang hebat, hingga tiga jam
non stop. Dinda langsung dilarikan ke rumah sakit di Surabaya dan
menginap di ruang ICU selama 8 hari. Kejang hebat itulah yang merusak
susunan syaraf di otaknya yang kemudian mengalami Penyakit Radang Otak
yang fatal: Dinda tak mengenali sekelilingnya, termasuk keluarganya.
"Oh Tuhan, ingatan
Dinda hilang," jerit hati Fardiah Kurniati.
Dokter menyatakan Dinda menderita Penyakit Esovalitis (radang otak).
Selama dua bulan Dinda dirawat di rumah sakit, tapi tanda-tanda membaik
belum nampak jelas. Dokter yang menangani Dinda menyarankan agar
mengkonsumsi Tahitian
Noni Juice. Kandungan di dalam Tahitian
Noni Juice mampu mengaktifkan kembali fungsi susunan sel-sel
syaraf yang
lemah. Sejak Oktober 2006 Dinda mulai Tahitian
Noni Juice sebanyak dua
sendok makan, tiga kali sehari setelah mengkonsumsi obat dokter.
Perubahan terjadi setelah Dinda mengkonsumsi botol kedua. Ia mulai bisa
berjalan, berbicarapun mulai lancar. Kenangan lamanya mulai terkuak
sedikit demi sedikit. Keceriaan Dinda mulai terpancar kembali. Inikah
jalan Tuhan yang diberikan untuk kesembuhan anakku?
Dinda
Alfiana Firda, Surabaya
PENYAKIT
HYDROKEL & PENYAKIT ASMA SIRNA BERSAMA PERANTARA TAHITIAN NONI
JUICE!
Jalan
kaki sakit. Duduk sakit, apalagi kalau naik sepeda. Sakit itu
tepat di buah zakar. Tapi penderitaan itu harus dialami dr. H. Ali
Pasya Saman selama puluhan tahun. Ia menderita Penyakit Hydrokel, yaitu
peradangan buah testis. Penyakit ini diturunkan dari ayahnya.
“Jadi bisa dibayangkan, betapa
menyiksanya penyakit ini.
Terlebih
lagi, karena penderitaan ini sudah saya alami sejak kecil,”
katanya.
Untuk mengatasi penyakitnya, berbagai macam obat telah dicoba, tapi tak
ada yang bisa memuaskannya. Yang satu ini belum sembuh, eh, datang lagi
penyakit lain : asma. Rasa sakit didada terasa acapkali menarik napas.
Ia juga mengalami batuk-batuk dan hidung mampet karena pilek. Puncaknya
sekitar dua tahun lalu. Napasnya benar-benar sakit. Tidur pun jadi tak
nyenyak. Sama seperti Penyakit Hydrokel, berbagai macam obat pun
dicoba, tapi juga tak pernah berhasil.
Hingga suatu ketika, seorang teman menawarkan Tahitian
Noni Juice untuk
menjadi Obat Asma-nya. Ia sendiri sudah mendengar nama ini,
tapi ia mengaku tak langsung percaya. Tapi karena ingin sembuh, ia
memberanikan diri untuk mulai mencoba dengan dosis dua sloki sekali
minum, yang dilakukan setelah Maghrib. Pagi harinya, ia minum lagi tiga
sloki.
Dua minggu berselang, ia merasakan napasnya yang lega. Tak ada rasa
sakit sama sekali di paru-parunya. Ia terbebas dari asma. Yang lebih
menggembirakan, Penyakit Hydrokel yang dialami sejak kecil, seketika
juga ikut sirna. “Alhamdulillah.
Saya memperoleh manfaat
kesehatan dari Tahitian
Noni Juice yang saya minum,”
ujar
dokter
yang juga pernah menjadi anggota DPR di era Habibie ini. Jadi terbukti
bahwa Tahitian
Noni Juice dapat digunakan sebagai Obat Asma
dan Obat Hydrokel.
H.
Ali Pasya Saman
SEMBUHKAN
PENYAKIT MAAG!
Saya
menderita Penyakit Maag sejak Agustus 1983. Pernah dirawat di
rumah sakit selama satu bulan. Saya tidak bisa makan pedas. Bila makan
sambal, langsung sakit perut.
Kabar gembira, saya diperkenalkan Tahitian
Noni Juice sebagai Obat Maag oleh seorang rekan. Hanya satu
minggu mengkonsumsi Tahitian
Noni Juice, itu perut terasa nyaman. Mulai bisa makan cabai.
Tidur tambah nyenyak. Saya benar-benar sembuh setelah minum botol
kedua. Saya ceritakan kepada kawan-kawan di Palembang tentang khasiat
Noni, eh, enam botol langsung di pesan dalam dua hari. Terima kasih
Noni. Sakit perut yang saya derita selama 23 tahun hilang, kondisi
keuangan dari berjualan Tahitian
Noni Juice juga semakin baik. Jadi,
terbukti Tahitian
Noni Juice dapat digunakan sebagai Obat Maag.
Johanna
Suryanti, Palembang
WASPADA
KESEHATAN DI USIA SENJA - TEKANAN DARAH TINGGI, JANTUNG, DAN
DIABETES!
Usia
senja menjadi momok bagi sebagian orang terhadap kesehatan mereka.
Begitu pula yang dialami oleh Aminudin, 66 tahun. Menginjak masa tua
Aminudin mulai khawatir akan tingkat kesehatan yang semakin menurun,
“Bertambahnya usia bukan berarti bertambah pula nikmat yang
diberikan Allah SWT,” tegasnya.
Sejak usia 50 tahun, Aminudin mengalami penurunan nikmat sehat yang
diturunkan Allah SWT, mulanya, Aminudin menderita Penyakit Hipertensi.
Ia pun diminta dokter untuk mengurangi makanan yang berpotensi memicu
tekanan darahnya. Belum lagi fungsi jantung-nya yang semakin tahun
semakin menurun kinerjanya. “Saya sempat dioperasi akibat
penyumbatan pada jantung,” cerita Aminudin. Saat usianya
menginjak 65 tahun Aminudin divonis dokter mengidap Penyakit diabetes,
gula darahnya mencapai lebih dari 220.
Tingginya kadar gula darah Aminudin membuatnya mudah terserang Penyakit
Kulit. Karenanya Aminudin harus menjalani diet ketat untuk mengontrol
gula darahnya. “Inilah puncak penderitaan saya, saya tidak
bisa
makan bebas,” katanya.
Agustus silam, saat Aminudin menghadiri pengajian di dekat rumahnya,
oleh tuan rumah Aminudin di kenalkan Tahitian
Noni Juice untuk
mengatasi penyakit-penyakit-nya. “Saya penasaran dan
mencobanya,
sehari saya minum 2 x 30 cc,” ungkapnya. Ketika ia
mendengarkan
pemaparan Dr. Amarullah tentang dosis yang diperlukan, Aminudin
melipatgandakan dosis konsumsi Tahitian
Noni Juice.
Dalam waktu 3 bulan, semua penyakit yang ia derita berangsur-angsur
membaik, bahkan dokter yang merawat Aminudin sempat bingung dengan
hasil medisnya. Gula darah Aminudin kembali normal, fungsi jantung
serta penyumbatan jantung semakin membaik. “Alhamdulillah
Allah
SWT telah mengutus Tahitian
Noni Juice sebagai obat alami untuk
kesehatan saya,” ujarnya senang.
Aminudin
SEMPOYONGAN
LANGSUNG HILANG - PENANGANAN STROKE DAN PROSTAT
“Kini
bapak sudah mampu berjalan. Tak lagi merasa gamang atau
sempoyongan,” ujar Christina S Enjang, istri LJ Moertiadi.
Awal November 2007 lalu menjadi puncak kebahagiaan yang sempurna bagi
Christina dan keluarga, sebab sang suami sembuh dari Penyakit Stroke
yang diderita sejak Juli 2004 silam Tahitian
Noni Juice menyempurnakan
kesembuhan Moertiadi.
Pendarahan otak yang dialami Moertiadi merupakan dampak dari hipertensi
yang ia alami sejak 10 tahun silam. Sampai akhirnya Moertiadi menderita
stroke pertamanya pada Agustus 2002. Selain harus dirawat selama satu
minggu di rumah sakit, Moertiadi juga tak lagi mampu berbicara normal.
Syaraf lidahnya terasa kelu untuk digerakkan. Berbicara pun jadi cadel.
Penderitaan yang dialami Moertiadi tak hanya berhenti di situ. Stroke
kedua yang dialami Januari 2004 lalu, mengharuskan Moertiadi kembali
dirawat selama 2 minggu di rumah sakit yang sama. Kali ini tubuh bagian
kanan tak bisa digerakkan secara berlebihan. “Bapak cepat
lelah dan bicaranya sudah semakin sulit,” cerita Christina.
Agustus 2004, Moertiadi kembali berbaring di rumah sakit, kali ini
selama sebulan. Dokter mendiagnosa Penyakit Stroke ketiga ini berdampak
buruk akibat pendarahan hebat di otak. Moertiadi
tidak bisa bergerak dan berbicara. Berbagai pengobatan dilakukan, dari
medis sampai alternatif seperti totok chi. Moertiadi juga menjalani
terapi berjalan dan berbicara.
Fungsi tubuhnya membaik tapi pendarahan di otak tidak bisa sembuh.
Dokter mendiagnosa ada penyumbatan pembuluh darah di otak Moertiadi.
Sayangnya jika diberi obat, justru pendarahan di otak semakin
bertambah. Pertengahan Oktober lalu, seorang rekan memperkenalkan
Moertiadi dan Christina dengan Tahitian
Noni Juice sebagai Obat Stroke.
Setelah riset di internet mengenai Tahitian
Noni Juice
dan hasilnya bagus, tanpa pikir panjang Christina membeli Tahitian
Noni Juice. Benar saja sejak Moertiadi mengonsumsi Tahitian
Noni Juice,
pendarahan otaknya lambat laun kembali normal. Bahkan Penyakit Prostat
yang juga diidap Moertiadi ikut lenyap.
LJ.
Moertiadi
SEMBUH
DARI PENYAKIT "SYARAF TERJEPIT" [HNP] !
Wah,
sakitnya bukan main. bergerak sedikit, rasa nyeri langsung
menyerang. Bergerak susah. Mau tidur pun susah. Apalagi untuk berjalan.
Kalau sudah parah, rasa nyeri datang setiap 10 menit.
Itulah yang saya alami dua tahun silam. Puncaknya, saya dirawat di
rumah sakit Cikarang. Hari ketiga, saya diinfus cairan pereda
rasa sakit, karena obat biasa sudah tak mempan. Dari hasil rontgen,
diketahui terdapat kelainan pada ruas tulang punggung. Ada sedikit
kebocoran sehingga "pelumas" di dalam tulang merembes keluar.
Dokter menyarankan saya untuk operasi. Menurut saya, operasi
hasilnya fifty-fifty. Karena kalau tidak sembuh, efek
sampingnya
yang tak sanggup saya bayangkan. Anak-anak masih kecil. Masih perlu
bimbingan dan biaya.
Akhirnya saya minta pulang dari rumah sakit, atas keinginan sendiri.
Saya ingat Ibu Setyorini, yang pernah memberi Tahitian
Noni Juice
kepada kakak ipar saya yang sakit stroke. Hari Kamis malam Ibu
Setyorini mengirimi saya 2 botol Tahitian
Noni Juice ukuran 0,5 liter.
Setiap dua jam saya minum satu sloki. Besok pagi, yang biasanya bangun
tidur terasa sakit, saat itu tak terasa apa-apa. Badan terasa lentur.
Hari Sabtu atau dua hari kemudian, saya sudah bisa menyetir mobil dari
Cikarang ke Jakarta.
Kemanjuran Tahitian
Noni Juice begitu luar biasa. Sampai sekarang saya
masih minum untuk stamina. Tiga kali sekali, pagi-sore-malam, bahkan
anak-anak juga saya berikan. Mereka jadi mau makan. Badan mereka
sekarang gemuk dan lebih sehat.
Mohammad
Kastedi
PENANGANAN MULTIPLE
SCLEROSIS DENGAN TAHITIAN NONI JUICE
Sungguh
mulia jika mendengar cita-cita Tirza, 20 tahun yang ingin
menjadi dokter. Ia ingin menyehatkan masyarakat Indonesia dengan ilmu
yang dimilikinya. Tapi mahasiswi kedokteran UI ini bahkan sempat
pesimistis dengan cita-citanya akibat Multiple Sclerosis atau penurunan
fungsi syaraf yang dideritanya. Beruntung Tahitian
Noni Juice meluruskan kembali
harapanya untuk menjadi dokter dengan meningkatkan imunitas tubuhnya
dan memperbaiki system syarafnya kembali.
Awal penderitaan Tirza dimulai pada saat ia sedang di dalam kelas,
tiba-tiba tangannya mengalami kejang syaraf atau tremor, bahkan ia
tidak dapat menulis. Bagi Tirxa, hal ini cukup mengganggu. Berjalan
jadi sulit. Gerak tubuh Tirza seperti robot.
Dokter menyarankan agar Tirza melakukan pemeriksaan MRI. Setelah di
periksa, ia dinyatakan menderita Multiple Sclerosis, penyakit yang
hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Hanya Steroid yang bisa
menjadi penangkalnya.
Tak ingin berlama-lama mengonsumsi racun yang akan membunuhnya
pelan-pelan, Tirza beralih kepada Tahitian
Noni Juice yang dikirimkan
Tuhan melalui seorang teman. Walau awalnya dilarang orang tua dan
dokter karena khawatir asam lambungnya akan meningkat, tapi Tirza
mengabaikan larangan tersebut. Dengan kesungguhan hati, Tirza
mengonsumsi secara rutin.
Hasilnya, ia bebas melenggang untuk menggapai cita-citanya tanpa harus
dituntun atau didorong di atas kursi roda. “Saya bersyukur
karena Tuhan telah mengirimkan obat alami yang terdapat di dalam Tahitian
Noni Juice,” katanya.
Soal cita-citanya? Tirza tetap mengejar impian itu, pastinya
bersama Tahitian
Noni Juice yang kemampuannya telah dirasakan sendiri.
Tirza
TAHITIAN NONI JUICE
UNTUK ANAK
Keceriaan Owen
Reynaldo yang berusia 2 tahun, layaknya anak-anak pada umumnya. Tingkah
lakunya membuat putra pasangan Aldo dan Ivenny ini selalu terlihat
sangat lucu. Gerakannya yang enerjik tidak pernah membuat Owen terlihat
letih. Bahkan dikala anak-anak sebayanya beradaptasi dengan perubahan
cuaca yang membuat mereka terserang flu, batuk serta demam, Owen tidak
merasakannya. “Imunitas tubuh
Owen, cucuku sangat luar biasa. Semua bermula ketika saya menyarankan
kepada kedua orangtuanya agar memberikan TNJ kepada Owen,”
cerita Yanuar Anwar. Saat usia Owen memasuki bulan keempat, Owen sempat
terserang panas dalam yang membuatnya demam dan flu. Menurut Yanuar,
hal itu merupakan efek dari perubahan cuaca yang sedang terjadi.
Setelah mendengar informasi dari seorang rekan bahwa Tahitian
Noni Juice juga bisa dikonsumsi anak-anak, Yanuar menyarankan
agar owen diberikan Tahitian
Noni Juice yang dicampur dengan air kedalam susunya. Hal itu
dilakukan sehari duakali yakni sore dan malam hari. Hanya berlangsung
sehari, keesokan paginya, Owen tidak lagi bersin-bersin dan panas
tubuhnya stabil. Pengalaman itulah yang membuat Owen selalu
diberikan Tahitian
Noni Juice. Rasanya yang segar membuat owen sangat menyukainya.
Bahkan kini ia sudah memasuki dosis 30cc perharinya. Biasanya kedua
orang tuanya selalu mencampurkan Tahitian
Noni Juicenya dengan air, tapi kini tidak lagi. “Owen
sering menagih untuk bisa meminum Tahitian
Noni Juice, katanya rasanya enak dan segar,” kata Yanwar.
Karenanya, Yanuar, Aldo dan Ivenny tidak lagi merasa kuatir terhadap
perubahan cuaca atau apapun. Dengan Tahitian
Noni Juice imunitas tubuh owen terjaga dengan baik.
Sampai-sampai Owen tidak pernah merasakan Flu dan batuk-batuk seperti
anak lainnya. “Hebatnya lagi,
saat tumbuh gigi, Owen tidak merasakan demam seperti yang terjadi pada
umumnya,” terang Yanuar yang menganjurkan kepada para
orang tua agar memberikan Tahitian
Noni Juice kepada anak-anaknya.
SEMBUH DARI KANKER
PAYUDARA
Sudah
hampir 3 tahun dr. Sri Purwaningsih atau yang akrab dengan panggilan
dr. Pur berjuang melawan kanker. Awalnya pada akhr tahun 2005, dr. Pur
merasakan adanya benjolan dilingkar payudaranya. Kecurigaannya bahwa
itu adalah sebuah kanker pun ternyata terbukti setelah menjalani
serangkaian pemeriksaan kesehatan.
Satu-satunya jalan mengobatinya adalah kemoterapi. Selama hampir enam
bulan sejak januari 2006 hingga Juni 2006, dr. Pur menjalani kemoterapi
hingga 6 kali setiap 4 minggu sekali. ”Efek kemoterapilah yang membuat
saya merasa tersiksa. Bayangkan selama dua minggu lebih saya mulai
muntah, belum lagi rambut rontok dan kulit yang mengering.”
ujar dr.
Pur.
Bahkan dr. Pur juga merasakan cairan yang ada pada sendi-sendinya
mengering, sehingga setiap pergerakan tubuhnya disertai rasa sakit yang
luar biasa. ”Sayang sekali saya
baru dikenalkan Tahitian
Noni Juice pada akhir Maret
2009 lalu, padahal setelah saya mengkonsumsinya
dengan dosis 2×100cc tubuh saya terasa nyaman,”
terang dr. Pur yang
kondisi kesehatan dan staminanya bertambah baik setiap harinya.
Rutinitas dr. Pur mengkonsumsi Tahitian
Noni Juice berubah manis. Pertengahan April
lalu, saat memeriksakan dirinya ke RSCM, tidak ditemui adanya kanker
lagi. ”Hasil pemeriksaan yang
negatif terhadap semua tanda kanker,
membuat saya semangat berbagi resep sehat kepada teman-teman yang masih
mengalami hal serupa dengan saya,” imbuhnya.
Kini dr. Pur merasakan stabilitas tubuh terus membaik dari hari ke
hari. ”Tahitian
Noni Juice tidak saja membuat istirahat saya dan nafsu makan
saya
membaik, namun segala fungsi kerja organ tubuh saya diperbaiki.
Buktinya saya tidak lagi merasakan hal-hal yang janggal pada diri saya.
Terimakasih Tahitian
Noni Juice.”
SEMBUHKAN
PENYAKIT TUMOR OTAK!
Dwienta Agnestiasari, 17 tahun, menderita
tumor otak sejak usia 7
tahun. Operasi yang dijalani malah membuatnya lumpuh dan hilangnya
penglihatan. Hampir tujuh tahun ia tergolek lemah di pembaringan.
Dokter bahkan memprediksi kemungkinan hidupnya tinggal 10 persen.
Mei silam, ia mulai diminumkan Tahitian
Noni Juice. Pada sloki yang
pertama, ia merasa sakit luar biasa. Pada botol kesepuluh, ia mulai
bisa berjalan. Meski mata belum bisa fokus, tapi sudah bisa melihat
warna. "Aku bisa
melihat!" kata Dwienta, ketika matanya mulai mengenali
warna dan cahaya. Kegembiraan yang tak terperikan.
Dwienta
Agnestiasari, 17 Tahun
KELAINAN PADA SALURAN
PENCERNAAN
Putri dari
pasangan Hari Santoso dan Heri Ristianawati ini diberi nama Fatiah
Risha Ristianti. Usianya sudah lima tahun. Cantik, lucu dan energik,
itulah kesan yang ditangkap jika melihatnya kini. Tapi siapa sangka,
bahwa Fatiah pernah mengidap kelainan pada saluran pencernaan sejak
usianya memasuki tahun pertama. Saat itu, Fatiah mulai diberikan susu
Formula sebagai tambahan makanannya. Namun diare kerap menghampirinya.
Begitu juga jika Fatiah diberi cokelat. Tak ayal diare datang dan demam
menjalari tubuhnya. Menurut Hari, Ayah Fatiah. Pernah suatu ketika
Fatiah harus dirawat inap karena panas badannya yang tinggi dan tidak
kunjung reda. Ketika diteliti dan diperiksa intensif, dokter menemukan
kelainan pada saluran pencernaan ditubuh Fatiah. Fatiah tidak bisa
menerim amakanan yang ada lemaknya. “Kalaupun harus minum susu, susunya harus
berbahan nabati. Bahkan Fatiah tidak bisa makan daging. Jika hal ini
terjadi, spontan tubuhnya akan bereaksi negatif seperti diare dan demam
tinggi,” cerita Hari. Untuk itu semua asupan makanan dan
minuman Fatiah tak luput dari pengawasan orang tuanya. Awal 2008 silam,
Hari diperkenalkan dengan Tahitian
Noni Juice, melalui rekomendasi seorang sahabatnya. Ia mencoba
memberikan Fatiah Tahitian
Noni Juice dengan dosis 2×15cc setiap harinya. “Saya sempat ragu, sebab di botol pertama
TNJ tidak beraksi dan menunjukan perbaikan. Memasuki botol ke-2,
keraguan saya sedikit bertambah. Dan setelah memasuki botol ke-3
barulah timbul keyakinan saya. Pasalnya Ibu Mertua saya sempat tidak
sengaja memberikan biskuit yang mengandung cokelat. Dan setelah
dicermati, tubuh Fatiah tidak merespon negatif, dia baik-baik saja,”
yakin Hari. Benar saja, walaupun kondisi badan Fatiah keletihan, ia
tidak lagi mudah demam atau panas tinggi. “Kondisi suhu tubuhnya sudah layaknya orang
normal, dulu suhu tubuh normal Fatiah adalah kisaran 38′ sampai
39′ celcius,” Terang Hari. “Alhamdulillaah, ALLAH SWT menjawab
do’a kami yang memohon kesembuhan bagi anak kami". Dengan
mediasi Tahitian
Noni Juice, Fatiah tumbuh sebagai anak yang lucu, sehat dan
pintar. Dan keyakinan kami akan khasiat Tahitian
Noni Juice telah nyata terbukti. Terima kasih Ya Allah, Terima
kasih Tahitian
Noni Juice.
TESTIMONI
KESEMBUHAN KELUARGA BAMBANG IRIANTO - MASALAH GINJAL DAN SYARAF TERJEPIT
Tahitian Noni Juice yang
dikenal Bambang Irianto pada Desember 2008
mampu merubah kondisi kesehatan ia dan isterinya secara signifikan.
Isterinya menjadi pengonsumsi pertama Tahitian Noni Juice dalam
memerangi syaraf kejepit yang diderita sejak september 2008.
“Isteri Saya sampai tidak bisa
berjalan. Alhamdulillaah
setelah 3
hari mengonsumsi 4×15 cc, pinggangnya sudah terasa lebih
baik.
Seminggu kemudian kakinya sudah bisa digerakkan“, ungkap
Bambang.
Kini semua keluhan isteri Bambang seperti kadar kolesterol yang tinggi
serta gangguan pencernaan tak lagi ia keluhkan. Melihat perkembangan
kesehatan isteri yang membaik, Bambang mencoba untuk mengonsumsi Tahitian Noni Juice secara rutin
seperti isterinya. “Gejala
sakit
pinggang atau batu ginjal yang saya derita sejak 2006 silam
berangsur-angsur membaik. Bahkan batu yang bercokol di ginjal saya
keluar melalui air seni, Alhamdulillaah”. Dengan dosis
2×30
cc, air seni yang sempat terhambat menjadi lancar kembali.
“Bahkan kadar gula saya yang juga tinggi menurun secara
drastis.” Semua itu hanya dalam hitungan minggu. Tahitian Noni Juice terbukti mampu
merawat kesehatan keluarga.
Bambang
Irianto
PENYAKIT
LUPUS NYARIS MERENGGUTNYA - TAHITIAN NONI JUICE SEBAGAI OBAT LUPUS
Rutnawati Sagala, 35 tahun telah mempercayakan kepada Tahitian Noni Juice untuk menjaga
vitalitas tubuhnya. Selama 6 bulan ini, ia terus
mengonsumsi Tahitian Noni Juice
untuk menghadapi tantangan dalam
aktifitas pekerjaan sehari-hari tanpa perlu cemas jika staminanya
menurun. Keyakinan ini timbul setelah Tahitian Noni Juice mampu
menjinakkan Penyakit Lupus yang dideritanya dan baru terdiagnosa pada
Maret 2008 lalu. Tidak hanya stamina serta vitalitas tubuh saja yang
dirawat oleh Tahitian Noni Juice
melainkan mampu menjaga immunitas
tubuh dari virus Lupus. Untuk Rut, anak ke 4 dari 7 bersaudara ini,
mulai merasakan keanehan yang terjadi pada tubuhnya 10 tahun yang
silam. Muncul ruam-ruam merah yang cukup menganggu pada sekujur
tubuhnya. “Awalnya di wajah, kemudian menjalar ke seluruh
tubuh
dan kepala. Namun medis belum bisa mendiagnosa, dokter hanya curiga
bahwa ini hanya penyakit kulit,” jelas Rut. Lima tahun
kemudian,
tahun 2003, gejala yang ditonjolkan Penyakit Lupus ini semakin
mengerikan, ruam-ruam merah muncul semakin banyak dan kulit melepuh di
seluruh tubuh. “Sampai-sampai semua (maaf) bulu yang ada di
tubuh
rontok,” cerita Rut. Namun tetap saja medis masih belum bisa
mendeteksi apa yang menyebabkan Rut mengalami hal seperti itu. Hingga
suatu hari, seorang Dokter di RS Adven Bandung curiga dengan gejala
yang dialami Rut. Semakin hari kondisinya semakin parah dan bahkan ia
telah divonis akan meninggal. Dengan menjalani serangkaian test,
akhirnya diketahui bahwa ia mengidap penyakit Lupus. “Puji
Tuhan,
yang masih mengijinkan saya hidup, berkat Tahitian Noni Juice yang
ditelusuri adik ipar saya melalui internet, saya mencoba
mengkonsumsinya. Dan hasilnya, saya masih berada disini dan
menceritakan semua pengalaman hidup saya yang cukup
mengerikan,”
terang Rut. Rut menambahkan bahwa, tidak ada sesuatu hal yang tidak
mungkin di dunia ini. Dan Rut yakin bahwa Tahitian
Noni Juice memang
diciptakan Tuhan untuk membantu orang-orang yang menderita penyakit
Lupus seperti dirinya.
Rutnawati
Sagala
BATU
EMPEDU HILANG TANPA OPERASI!
LUAR BIASA! Puji Tuhan atas segala berkat yang dicurahkan kepada saya
melalui Tahitian Noni Juice.
Batu yang ada di dalam empedu sana bisa
hilang tanpa harus operasi. Kejadian ini berawal ketika saya
memeriksakan konsidi kesehatan saya secara menyeluruh (general check
up), di sebuah rumah sakit di Bali, Februari 2008 lalu. Ditemukan
adanya batu empedu berdiameter 15mm. Kekhawatiran batu tersebut
bertambah besar terus menghantui pikiran saya. Anehnya tidak ada gejala
penurunan kondisi fisik atau rasa sakit yang mendadak dalam diri saya.
Sampai akhirnya pada Juni 2008, saya kembali menjalani re-check USG
untuk memastikan keberadaan batu empedu. Saat diketahui batu itu masih
ada, tim dokter menyarankan agar saya menjalani operasi pengangkatan
empedu (batu dan kantongnya). Pada Juli 2008, saya kembali menemui tim
dokter untuk berkonsultasi. Saat itu dokter bertanya apakah saya
mengalami rasa sakit/nyeri, jika iya maka sebaiknya operasi segera
dilakukan.
Saya memang sudah merasakan sedikit nyeri, tapi tidak sering. AKhirnya
saya meminta waktu selama 14 hari untuk loading Tahitian
Noni Juice
sebagai Obat Batu Empedu saya. Saat waktu yang diberikan sudah
habis, saya kembali memeriksakan kondisi saya. Puji Tuhan, hasilnya
sangat mencengakan, diameter batu empedu mengecil. Kemajuan itu semakin
menggenjot saya untuk membuktikan keampuhan Tahitian
Noni Juice sebagai
Obat Batu Empedu. Dua minggu berikutnya saya periksa kembali.
Puji Tuhan dan sungguh sebuah keajaiban. Batu empedu tersebut telah
hilang dan tak terdiagnosa lagi.
Bahkan hasil pemeriksaan pada 26 Nopember 2008 lalu, batu empedu sudah
hilang sama sekali. Ini merupakan kasus pertama dan belum di teliti Tahitian
Noni Juice sebagai Obat Batu Empedu. Namun sudah
jelas hasilnya bahwa batu empedu bisa dengan mudah dihancurkan
oleh Tahitian
Noni Juice. Jadi, Tahitian
Noni Juice dapat digunakan
sebagai Obat Batu Empedu.
Ir.
Setiawan Th. MT (Rudy)
TERHINDAR
DARI OPERASI PROSTAT!
Walau
usia sudah menginjak 73 tahun, namun semangat Santosa Suparma
untuk menjalani hidup tidak beda dengan anak-anak remmaja. Bahkan
prostat yang PSA-nya sudah mencapai 8,17 dan hampir membuatnya harus
tergolek di meja operasi karena kesulitan buang air kecil, tidak jua
membuatnya pupus semangat. Keinginannya untuk kesehatan prima selalu
mengajak tubuh rentanya terus berjuang melawan rongrongan penyakit.
Suatu hari dibulan
Januari 2008 lalu, Santosa sudah mengatur jadwalnya
bersama seorang dokter untuk mengatasi Penyakit Prostat-nya di ruang
operasi. Seminggu menjelang eksekusi operasinya, anaknya, amon Gari
Permana mendapat anjuran dari teman istrinya agar ayahnya
mengkonsumsi Tahitian
Noni Juice sebagai Obat Penyakit Prostat-nya. "Awalnya ayah
saya menolak karena sudah lelah dengan pengobatan medis dan alternatif
atau herbal yang sering ia jalani," cerita Amon. Sebagai bagian dari
usaha Amon terus meminta ayahnya agar mau mengkonsumsi Tahitian
Noni Juice. Alhamdulillah usahanya berhasil, sang ayah mau
meminum Tahitian
Noni Juice, "Katanya tidak ada salahnya dicoba," ujar Amon.
Kondisi
ayahnya yang kerap demam, akibat urinnya tidak keluar dari kantong
kemihnya berangsur-angsur normal. Bahkan ayah Amon merasakan badannya
semakin fit. "Merasa kondisi tubuh semakin baik, saya menyarankan ayah
saya untuk mengundur operasi yang cukup memakan biaya tersebut," ujar
Amon. Dalam waktu 2 bulan PSA prostat yang awalnya mencapai 8,17 turun
menjadi 5,04. "Padahal jika PSA tersebut mencapai 9, maka otomatis
sudah masuk ke fase kanker," tambah Amon. Sampai cerita ini diturunkan,
Santosa masih tetap mengkonsumsi Tahitian
Noni Juice dan kesehatannya
semakin meningkat. "Sebagai anaknya merasa bahagia, jika ayah sudah
bisa tersenyum gembira. Bahkan saya bisa berbagi tentang Tahitian
Noni Juice kepada teman-teman kantor tentang manfaat dan
khasiatnya. Tidak
sedikit dari mereka yang mencoba Tahitian
Noni Juice untuk keluarga
mereka.
Santosa
Suparma seperti yang diceritakan oleh Amon Gari Permana
TERHINDAR
DARI OPERASI PROSTAT!
Walau
usia sudah menginjak 73 tahun, namun semangat Santosa Suparma
untuk menjalani hidup tidak beda dengan anak-anak remmaja. Bahkan
prostat yang PSA-nya sudah mencapai 8,17 dan hampir membuatnya harus
tergolek di meja operasi karena kesulitan buang air kecil, tidak jua
membuatnya pupus semangat. Keinginannya untuk kesehatan prima selalu
mengajak tubuh rentanya terus berjuang melawan rongrongan penyakit.
Suatu hari dibulan
Januari 2008 lalu, Santosa sudah mengatur jadwalnya
bersama seorang dokter untuk mengatasi Penyakit Prostat-nya di ruang
operasi. Seminggu menjelang eksekusi operasinya, anaknya, amon Gari
Permana mendapat anjuran dari teman istrinya agar ayahnya
mengkonsumsi Tahitian
Noni Juice sebagai Obat Penyakit Prostat-nya. "Awalnya ayah
saya menolak karena sudah lelah dengan pengobatan medis dan alternatif
atau herbal yang sering ia jalani," cerita Amon. Sebagai bagian dari
usaha Amon terus meminta ayahnya agar mau mengkonsumsi Tahitian
Noni Juice. Alhamdulillah usahanya berhasil, sang ayah mau
meminum Tahitian
Noni Juice, "Katanya tidak ada salahnya dicoba," ujar Amon.
Kondisi
ayahnya yang kerap demam, akibat urinnya tidak keluar dari kantong
kemihnya berangsur-angsur normal. Bahkan ayah Amon merasakan badannya
semakin fit. "Merasa kondisi tubuh semakin baik, saya menyarankan ayah
saya untuk mengundur operasi yang cukup memakan biaya tersebut," ujar
Amon. Dalam waktu 2 bulan PSA prostat yang awalnya mencapai 8,17 turun
menjadi 5,04. "Padahal jika PSA tersebut mencapai 9, maka otomatis
sudah masuk ke fase kanker," tambah Amon. Sampai cerita ini diturunkan,
Santosa masih tetap mengkonsumsi Tahitian
Noni Juice dan kesehatannya
semakin meningkat. "Sebagai anaknya merasa bahagia, jika ayah sudah
bisa tersenyum gembira. Bahkan saya bisa berbagi tentang Tahitian
Noni Juice kepada teman-teman kantor tentang manfaat dan
khasiatnya. Tidak
sedikit dari mereka yang mencoba Tahitian
Noni Juice untuk keluarga
mereka.
Santosa
Suparma seperti yang diceritakan oleh Amon Gari Permana
TESTIMONI
KESEMBUHAN VERTIGO MENAHUN
Mulanya
migren (sakit kepala sebelah) menjadi makanan sehari-hari
Indri. Bahkan semenjak duduk di bangku SMA, derita ini menjangkiti
dirinya. Pernah ia mencoba mengatasi hal tersebut dengan medis, namun
kesembuhan tak jua menyapa.
Hingga di usianya yang sudah kepala tiga, Indri Ricky, Ibu dari 2 orang
anak ini masih mengalami migren. "Lama
kelamaan migren saya berubah
menjadi vertigo." Puncaknya derita vertigo yang dialami terjadi
2006.
"Kepala saya terasa berputar dan mata
berair, perut mual, dan rasanya
pusing sekali," cerita Indri.
Dengan diantar suami, Indri mencoba menjalani pengobatan secara medis.
"Menurut dokter, syaraf pada kepala
saya sensitif, sehingga sering
terjadi gejala seperti itu. Dokter hanya memberikan obat." Indri
tak
lantas mengonsumsi obat medis tersebut terus menerus. ia tak
menginginkan efek jangka panjang yang akan ia rasakan. "Sampai akhirnya
saya dikenalkan Tahitian
Noni Juice. Saat pertama mencoba, rasanya
badan ini segar. namun migren masih kerap singgah," katanya.
Akhirnya ia memutuskan sendiri untuk mengonsumsi 3x60cc. "Pagi, siang,
malam menjadi jadwal kegiatan rutin saya mengoonsumsi Tahitian
Noni Juice. Baru dua botol,
migren ini tak pernah kembali.
Alhamdulillah,
Allah SWT telah menyembuhkan sakit saya melalui Tahitian
Noni Juice,"
tukas Indri.
Indri
Ricky
TESTIMONI
PENANGANAN AUTIS DENGAN TAHITIAN NONI JUICE -
AUTIS HIPERAKTIF BERKURANG
AUTIS Hiperaktif berkurang, konsentrasi terasah Gorbachev atau yang
sering dipanggil Gorby, 10 tahun, mengidap autis. Putra Oemy Lestari
itu hiperaktif dan sulit berkonsentrasi, mudah marah serta sulit tidur.
Beruntung Oemy diperkenalkan Tahitian
Noni Juice oleh seorang rekannya.
Baru mengkonsumsi di botol pertama. Intensitas hiperaktif Gorby
berkurang. Beranjak ke botol kedua, konsentrasi mulai terasah. Pada
dasarnya Gorby adalah anak yang cerdas. Di sekolah dia selalu mengerti
penjelasan guru, Tapi sejauh hal itu disampaikan secara lisan.
Sayangnya bila ujian tertulis Gorby akan menjadi peserta yang tidak
pernah mengerjakan sampai tuntas karena konsentrasinya masih belum
focus benar. Sejak mengonsumsi Tahitian
Noni Juice, kemajuan behavior
Gorby semakin hari semakin membaik. Gorby yang sulit tidur, bahkan
biasanya dia jarang tidur siang, kini waktu tidurnya mulai teratur.
Atas kemajuan itu, Oemy sangat mensyukurinya. “Terima kasih
kepada Tuhan yang telah mengutus Tahitian
Noni Juice sebagai obat
mujarab bagi Gorby,” katanya. Walau belum sepenuhnya sembuh,
tapi
setidaknya bisa mengurangi penderitaan Gorby.
Oemy
Lestari - Gorbachev, Jakarta
PENANGANAN
DAN KESEMBUHAN MASALAH PENYAKIT JANTUNG PERANTARA TAHITIAN NONI JUICE
Pantang
makan di usia lebih dari 50 tahun rasanya sudah hal lumrah
dalam menjaga kesehatan. Tapi tidak bagi Wasito, 62 Tahun yang Mei lalu
mendapat serangan jantung dan harus menginap di Rumah Sakit Gatot
Subroto selama lebih dari 40 hari. Layaknya penderita jantung,
seharusnya Wasito harus memantang makanan yang mampu menyebabkan
serangan itu kembali lagi. Termasuk menderita Hipertensi, karena
tekanan darahnya mencapai angka 240/200. Tapi setelah Wasito rajin
mengonsumsi Tahitian
Noni Juice sekitar awal Juli, angka tekanan
darahnya tidak bergeming dari 120/80. Menurut Ervina Meilani, 31 tahun,
putri Wasito, ia dan keluarganya harus bersiap mengikhlaskan ayahnya,
karena tim dokter yang merawatnya menyatakan bahwa pembuluh darah pada
jantung ayah mereka dapat pecah sewaktu-waktu. “Efeknya fatal
dan
ayah bisa meninggal.”, ujar Ervina.
“Alhamdulillah,
mama
saya mendapatkan sebuah brosur tentang Tahitian
Noni Juice. Kami
memutuskan untuk mencobanya.”, cerita Ervina. Setelah
mengonsumsi Tahitian
Noni Juice 2×30cc dalam sehari, perubahan drastis
langsung terjadi pada Wasito. Keinginan untuk makan menjadi lebih
besar. Pada hari kedua mengonsumsi, badannya sudah tidak lemas lagi,
“Bahkan Papa sudah bisa naik
tangga di rumah. Dan hari
ketiganya
ia sudah bisa menggendong cucunya.”, tegas Ervina.
Perawatan
yang
dilakukan Tahitian
Noni Juice terhadap serangan jantung dan tekanan
darah tinggi Wasito, membuat ia menjadi orang tua yang tidak seperti
orang tua lainnya yang harus memantang makanan, demi menjaga kesehatan.
“Papa sering makan daging-dagingan, tapi Alhamdulillah
tensinya
tetap stabil dan tidak ada masalah dengan kesehatannya.”,
terang
Ervina yang selalu menyediakan Tahitian
Noni Juice di rumahnya.
“Saya menyediakan satu orang satu botol untuk kita konsumsi
setiap hari. Selain khasiatnya bagus, bisnisnya sangat
menggiurkan”.
Wasito
PENANGANAN
DIABETES KOMPLIKASI GANGGREN PERANTARA TAHITIAN NONI JUICE
Vonis amputasi sudah sempat dilayangkan pihak medis kepada
Ibunda
kami, Sriyati, ujar M. S. Yahya, putra Sriyati yang menetap di Blitar,
Jawa Timur. Sejak saya duduk dibangku SMA, ibu sudah menderita
diabetes. Selama ini kami hanya mengupayakan upaya medis sederhana dan
pengobatan alternatif, untuk menanggulangi derita yang ibu
alami.
Menjelang bulan puasa tahun 2007, kami dipertemukan dengan Tahitian
Noni Juice sebagai mediasi kesembuhan ibu. Alhamdulillah
Allah
mengijinkan penyakit diabetes ibu terobati dengan mengonsumsi tahiotian
noni kuice 7x20cc setiap hari selama dua bulan.
Bulan puasa 2007 menjadi puncak penderitaan ibu kami. Gula darah dalam
tubuhnya mencapai angka 474. Ibu sempat tak bisa berjalan karena
bengkak dan luka dikakinya. Hal tersebut juga membuatnya mendapatkan
vonis amputasi oleh dokter. Sebuah solusi yang tidak diinginkan oleh
ibu kami dan kami semua. Sambil mencari alternatif pengobatan lain,
kami diperkenalkan oleh Tahitian
Noni Juice.
Minggu pertama mengonsumsi Tahitian
Noni Juice, ibu sudah mulai enak
makan. Biasanya ibu tidak bisa makan apapun, karena penyempitan
ditenggorokannya. belum lagi masalah jantung yang mendera tubuhnya,
sampai2 lambung dan paru-parunya ikut mengalami kerusakan. Tapi
semuanya berangsur membaik dan normal.
Sebulan kemudian, bengkak serta luka dikaki ibu berangsur-angsur
membaik. ibu sudah bisa berjalan, bahkan keluhan penglihatan dimatanya
juga semakin berkurang. dari sinilah saya yakin bahwa kandungan di
dalam Tahitian
Noni Juice yang bisa mengatasii masalah diabetes adalah
benar adanya. Saya hanya ingin menekankan, jika Allah SWT menciptakan
sesuatu pasti ada manfaatnya, buah noni dari tahiti bisa menjadi
penawar penyakit yang dialami ibu saya.
Sriyati
PENANGANAN
DIABETES KOMPLIKASI GINJAL DENGAN TAHITIAN NONI JUICE
- TERHINDAR DARI CUCI DARAH
Mendengarkan cerita komplikasi yang nyaris merenggut jiwa. Ir. Imron
tak lantas diam, melainkan berusaha keras memerangi diabetes kronis,
asam lambung tinggi, jantung membesar, dan ginjal bocor. Belum lagi
gangguan fungsi pankreas. "Semua itu bermula semenjak Mei 2007 lalu,"
cerita Ir. Imron.
Pola hidup yang tidak sehat selama ini justru memperparah penyakit
diabetes yang ia alami semenjak tahun 1990. Hal itulah yang menjadi
pemicu komplikasi organ tubuh lainnya.
"Dokter menyarankan saya harus cuci darah. Tapi saya menolaknya, sebab
saya tahu, jika orang sudah cuci darah, maka akan terus cuci darah.
Itulah yang saya hindari," katanya.
Maret 2008 menjadi momentum bersejarah bagi Ir. Imron, yang mendapatkan
solusi terbaik bagi penyakitnya. Seorang keponakan, mempertemukannnya
dengan Tahitian
Noni Juice. "Mulanya say tidak yakin dengan juice ini
bisa membuat saya menjadi lebih baik." Tapi keraguan Ir. Imron segera
terjawab, hanya dalam beberapa hari saja, staminanya meningkat drastis.
Bahkan pria asal medan ini seakan tidak percaya melihat hasil
pemeriksaan laboratoriumnya yang menunjukkan banyak perbedaan ketimbang
sebelumnya. Semua organ tubuhnya semakin membaik. Bahkan berat badanya
semakin meningkat. "Semenjak sakit, berat badan saya hanya berkisar di
50-an. Semenjak minum Tahitian
Noni Juice secara teratur 2x15cc
perhari, nafsu makan saya bertambah dan berat badan meningkat mencapai
63kg.
kini apapun aktifitas dan makanannya Ir Imron tidak perlu khawatir
lagi. Sebab semuanya mampu diatasi oleh Tahitian
Noni Juice. "Tapi saya
ingatkan bahwa semuanya kembali pada kita, makanan dan pola hidup harus
tetap terkontrol. Bukannya menjaga lebih baik daripada mengobati,"
pesannya.
Ir.
Imron Sofyan
BENJOLAN
AKIBAT GEJALA KELENJAR GETAH BENING
KESEHATAN memang mahal harganya. Tapi mahal bukan selalu yang terbaik.
Benjolan getah bening yang diderita dileher semenjak Mei 2006, ternyata
berangsur-angsur menghilang hanya dengan mengonsumsi Tahitian
Noni Juice 2x15cc secara teratur dalam 3 bulan.
Munculnya benjolan dileher, mendorongnya untuk segera berkonsultasi
dengan dokter. Dokter menganalisa Anang menderita getah bening,
sehingga jalan satu-satunya adalah dengan operasi. "Demi kesembuhan,
walau dengan berat hati akhirnya operasi itu harus saya jalani,"
tukas
ayah dua anak ini.
Pasca operasi ternyata menimbulkan masalah baru bagi anang. Bekas
jahitan yang ada dileher ternyata membuatnya tidak bebas untuk
menggerakkan kepalanya. Parahnya lagi, setelah kurun waktu 7 hingga 8
bulan, benjolan itu timbul kembali. Bahkan 2 benjolan sekaligus.
Hasil pengobatan medis yang tidak sempurna membuat Anang kecewa. Rasa
antipati terhadap pengobatan medis sudah tumbuh mengakar dalam dirinya.
Sampai ia hanya ingin menjalani pengobatan alternatif saja.
Tepat February 2007 lalu, Anang mulai mengonsumsi Tahitian
Noni Juice
secara teratur. hasilnya benjolan dilehernya mulai mengecil pada bulan
peertama. bahkan bekas jahitan pada sisa operasi dulu tidak lagi
membatasi gerak lehernya. Di bulan ketiga, tepatnya April 2007 kedua
benjolan lenyap tanpa bekas.
Walau antipati terhadap langkah medis, Anang tetap menyarankan langkah
itu tidak diabaikan, karena medis menjadi pintu masuk untuk mengetahui
apa yang menjadi penyebab penyakit yang kita derita. Solusinya jalani
dengan keikhlasan dan kesabaran tanpa mengurangi ikhtiar secara medis
dan alternatif.
Anang
Budi Prasetyo
TAHITIAN
NONI JUICE MEMINIMALISIR EFEK KANKER PARU-PARU
NAMAKU SYAENAN, saya ingin menceritakan perjuangan istri saya Ike
Herawati melawan kanker paru yang dideritanya semenjak Desember 2007
hingga kini.
Kulit menghitam akibat pengobatan kemoterapi yang biasa terjadi, tidak
ditemui pada dik Ike. Jujur perbedaan ini kami yakini, merupakan hasil
dari konsumsi Tahitian
Noni Juice yang dilakukan istriku. Walau
kerontokan rambut tetap tak bisa dihindari, namun kami masih bersyukur
bahwa penderitaan istriku tak sehebat pasien lain.
Kanker paru yang merongrong istriku bermula dari batuk selama 3 minggu
tak kunjung sembuh. Jalur medis kami tempuh, dokter mendiagnosa dik Ike
menderita TBC. Tapi itupun baru dugaan. Setelah 2 bulan berselang,
sesak nafas dik Ike bertambah parah. Untuk berkalan 10 metter saja dia
sudah ngos-ngosan.
Semua tes dilakukan oleh dokter. Sampai CT Scan, bahkan cairan
diparu-paru disedot dan diteliti. Singkat cerita dik Ike menderita
kanker paru stadium 3b.
Semakin hari penderitaan dik Ike semakin parah saja. Nafsu makan
hilang, sesak nafas ia alami terus menerus tak henti-henti. Sampailah
kami pada keputusan kemoterapi, setelah sejumlah langkah alternatif
kami temui tak membuahkan hasil.
Sebelum kemoterapi, kami telah dikenalkan dengan Tahitian
Noni Juice.
Dengan dosis 2x250cc (saat itu) kami rutin memberikan ke dik Ike.
Alhamdulillah setelah kemoterapi tahap pertama selesai, dik Ike tidak
mengalami kegosongan kulit. Saya yakin bahwa itu merupakan efek dari
TNJ. Merasa terbantu dengan stamina dan daya tahan tubuh dik Ike saya
terus memberi Tahitian
Noni Juice pada dik Ike. Sampai suatu saat saya
mengikuti HEALTH TALK dan saya
konsultasikan pada Dr. Amarullah,
sehingga mendapatkan dosis yang benar yaitu 3x30cc sehari.
Hal yang mendasari keyakinan saya akan khasiat Tahitian
Noni Juice
adalah, pengalaman teman di RS yang juga mengalami hall yang sama.
Awalnya mereka juga ikut mengonsumsi Tahitian
Noni Juice, namun setelah
10 botol mereka berhenti. Yang kami lihat saat ini, rekan kami itu
semakin drop dan kondisi kesehatannya pasca kemoterapi, bahkan nafsu
makan terus tergerus, tubuhnya semakin kurus dan kulitnya
berangsur-angsur menghitam. Alhamdulillah, hal itu tidak terjadi pada
dik Ike. Saya bersyukur tidak memutuskan perawatan Tahitian
Noni Juice
dari dik Ike.
Setelah mengalami kemoterapi sebanyak 6 kali dan tetap mengonsumsi Tahitian
Noni Juice, kesehatan dik Ike berangsur membaik. Bahkan ia
mampu berjalan 500 meter tanpa ngos-ngosan. Keceriaannya kembali
menyeruak dirumah kami. Semoga Allah SWT benar-benar mengangkat
penyakit dik Ike, dan semoga Tahitian
Noni Juice adalah mediasi yang
tepat yang diberikan Allah SWT dalam penyembuhan penyakit istriku
tercinta. Amin.
Syaenan
TAHITIAN
NONI JUICE UNTUK VITALITAS
Senyum sumringah selalu menghiasi wajah Abdurahman Baradja' setiap
harinya. Hal itu bukan karena uang banyak atau kelimpahan materi yang
telah tercukupi. Walau usia sudah berkepala enam, namun kebahagiaan
batin pria asal Sumenep, Madura inilah yang menjadi penyebab
kecerahan wajah yang senantiasa menyebarkan senyum itu.
Pria yang akrab disapa Pak Rahman ini, merasa bersyukur karena Tahitian
Noni Juice yang telah ia konsumsi ini mampu mengembalikan
keperkasaannya yang telah 2 tahun kebelakang ia rasa mengendur. "Saya
tidak perlu mengonsumsi suplemen keperkasaan semacam pil biru atau
apalah semacamnya itu, karena saya takut akan efeknya, kebanyakan bahan
dasar dari suplemen tersebut terbuat dari kimia," terang Bapak 4 anak
dan Kakek 3 cucu ini.
Pak Rahman mulai mengonsumsi Tahitian
Noni Juice Februari lalu. Ia
diperkenalkan oleh seorang teman yang mendengarkan keluh kesahnya.
Pasalnya sudah hampir 2 tahun ke belakang, kehidupan seksnya terasa
hambar, ia sadar bahwa faktor usia menjadi penyebab semua ini.
"Biasanya kalo laki-laki waktu bangun
tidur selalu berdua, tapi sudah 2
tahun ini saya bangun sendiri. Saya sempat merenung, sampai akhirnya
datang solusi dari jus alami, yaitu jus noni dari tahiti ini,"
jelas
pensiunan guru yang juga sempat aktif di dunia jurnalis ini.
Semenjak Pak Rahman aktif mengonsumsi Tahitian
Noni Juice rutin 3x30cc
setiap hari, ia merasakan kesegaran tubuhnya meningkat, vitalitasnya
kembali seperti dahulu. Bahkan kemampuannya untuk melakukan hubunngan
suami istri selalu mengalami sukses besar. "Sampai-sampai (maaf) istri
saya harus menyerah," cetusnya sambil tertawa.
Namun tak hanya keperkasaan saja yang Pak Rahman dapatkan, bahkan
istrinya yang juga mulai mengonsumsi mampu mengimbangi Pak Rahman.
Disamping itu, kekencangan kulit pasangan ini semakin kencang dari hari
ke hari. "Istri saya sampai bilang, bahwa kulit saya tidak
kerut
menggelambir, bahkan cenderung kencang," bangganya.
Kini kegiatan Pak Rahman tidak hanya silaturahim ke rekan-rekan satu
angkatan semata demi mengisi kekosongan hidup. Namun ia mengampanyekan
hidup sehat dan memberikan informasi mengenai keampuhan Tahitian
Noni Juice dalam membantu perjuangan hidup di masa tua.
"Termasuk perjuangan
dalam berhubungan dengan pasangan hidup. hahaha...," urainya.
"Jujur saya menginginkan teman-teman
saya dapat mengikuti jejak positif
yang saya rasakan. Ini demi kebahagiaan bersama dalam berumah tangga.
Niscaya hidup iniakan terasa lebih indah. terima kasih Tahitian
Noni Juice."
Abdurahman Baradja'
SEMBUH
DARI PENYAKIT STROKE SERANGAN KETIGA
Sudah
dua bulan ini, Amrullah Sastroasmoro menjalani hidup normal.
Seluruh tubuhnya bisa digerak-gerakan, meski belum sepenuhnya pulih.
Ayah tiga anak ini menderita lumpuh pada tubuh bagian kiri, mulai dari
kepala hingga kaki. Penyebabnya adalah penyakit stroke ketiga yang
menyebabkan pembuluh darah di otak sebelah kanan pecah. "Alhamdulillah,
sekarang saya sudah bisa merasakan gatal di tangan kiri saya lagi,"
katanya. Kesembuhan ini berkat Tahitian
Noni Juice sebagai Obat
Stroke yang diminumnya secara rutin sejak 5 Maret lalu.
Awalnya, pensiunan PNS berusia 65 tahun ini menolak Tahitian
Noni Juice
yang disodorkan istrinya. Ia pesimis, stroke yang dideritanya sejak
enam tahun lalu itu bisa disembuhkan. Sebab berbagai Obat Penyakit
Stroke telah dicoba, termasuk coconut oil dan ramu-ramuan. "Tapi
hasilnya tidak maksimal," cerita Amrullah. Stroke ketiganya terbilang
cukup berat. Pembuluh darah di otak sebelah kanan pecah sehingga
menyebabkan kelumpuhan. Berkat istri yang gigih menyodorkan Tahitian
Noni Juice sebagai Obat Stroke, akhirnya jus noni itu
diminumnya secara berkala, 2 sloki setiap hari. Namun 3 hari kemudian,
kinerja Tahitian
Noni Juice sebagai Obat Stroke tidak terasa
maksimal, sampai suatu ketika Amrullah dan istrinya menemui Dr.
Amrullah di acara Health Talk
Tahitian Noni
Juice dan menanyakan
perihal Tahitian
Noni Juice sebagai Obat Stroke. Ternyata
dosisnya yang kurang. Setelah ditambah 4 sloki sehari, dua minggu
berikutnya Amrullah merasakan getaran-getaran pembuluh darah di
tangannya. Rasanya seperti kesemutan. Saya teringat ucapan Dr.
Amarullah, bahwa itu adalah efek penyembuhan," katanya. Benar saja,
keesokan harinya ia sudah bisa menyendok nasi dari magic jar dan
merasakan kepulan asapnya. Sepontan ia mengucap syukur "Alhamdulillah".
Jadi, Tahitian
Noni Juice terbukti dapat digunakan sebagai Obat Stroke.
Amrullah Sastroasmoro,
Jakarta
TAHITIAN
NONI KEMBALIKAN FUNGSI GINJAL!
Kartu mati sudah ditangan apabila seseorang sudah mengidap penyakit
gagal ginjal. Mungkin anda tidak percaya dengan kisah berikut ini, tapi
ini kejadian nyata adanya. Rudi pria kelahiran Selat Panjang,
Bengkalis-Riau ini memiliki pengalaman yang sangat memilukan. Vonis
gagal ginjal kronis harus ia terima saat usianya masih sangat muda,
saat tenaganya masih banyak untuk dikeluarkan demi keluarga dan masa
depannya. Tapi apa mau dikata, Allah SWT berkehendak beda.
Beruntung
perkenalannya dengan Tahitian
Noni Juice sebagai Obat Penyakit Ginjal
melalui rasa iba tetangganya yang lebih dulu berpengalaman dengan Tahitian
Noni Juice dibagikannya demi bujang yang soleh ini. Tahitian
Noni Juice berusaha meminimalisir kegiatan cuci darahnya setiap
dua
minggu sekali. “Inilah mukjijat Allah SWT yang saya rasakan
melalui Tahitian
Noni Juice sebagai Obat Ginjal,”
katanya. Ironis memang jika kita melihat keseharian Rudi sebelum gagal
ginjal menggerogoti hidupnya. Rudi adalah pemuda yang gigih mendulang
rezeki demi keluarga dan masa depannya. Ia pandai memanfaatkan waktu
luangnya di tengah-tengah kesibukannya menuntut ilmu di perguruan
tinggi dengan mengajar dan bekerja serabutan seperti mengojek bahkan
menjadi marbot masjid. Semua ia jalani dengan sukacita tanpa beban.
Suatu masa kesehatan Rudi menurun, ia putuskan untuk memeriksakan
kesehatannya secara medis. Sontak Rudi kaget mendengar vonis gagal
ginjal kronis oleh pihak RSUD kepadanya. “Disaat saya sedang
berusaha mencicil rumah, saya terpaksa mengalihkan penghasilan saya
untuk berobat,” ceritanya. Awalnya saya ragu karena harganya
yang
“WAH”. Alhamdulillah Tahitian
Noni Juice sebagai
Obat Ginjal menjadi solusi derita sakit Rudi. “Walau
awalnya
terasa sakit saat meminum pertama kali, namun efeknya sungguh di luar
dugaan saya, keluarga juga dokter yang menangani saya,”
katanya.
Kini Rudi siap menghadapi hari-hari sibuknya tanpa keluhan. Terima
Kasih Tahitian
Noni Juice.
Rudi
TAHITIAN
NONI UNTUK PENYAKIT LUPUS!
Dara manis bernama Ruthia Pasaribu, 21 Tahun, kini merasa plong dalam
menjalani hidupnya. Bahkan jika harus beraktifitas selama 24 jam pun ia
tidak akan keberatan, karena imunitas tubuhnya sudah kembali normal. Ia
malah merasa lebih kuat dari sebelumnya.
Juli 2006 menjadi awal penderitaan Ruth, begitu ia dipanggil terhadap
penyakit Lupus yang diderita. Mulanya tubuh Ruth timbul lebam. Lama
kelamaan lebam tersebut semakin banyak dan terasa sakit. Anehnya lagi,
Ruth merasa tubuhnya semakin lama semakin melemah. Padahal ia sudah
memenuhi kebutuhan gizi, nutrisi dan lainnya untuk tubuh.
“Jika
saya beraktifitas selama 4 jam, saya harus menggantikan energi saya
dengan tidur selama 3 hari,” cerita Ruth.
Medis mendiagnosa bahwa ini adalah gejala Lupus, penyakit yang
menyerang imunitas tubuh. Satu satunya penakluk adalah steroid. Benar
saja, dalam waktu 3 minggu, steroid mengembalikan vitalitas Ruth,
sayangnya steroid berimbas pada kerapuhan pada tulang untuk jangka
lama. “Obat itu adalah mesin
pembunuh jangka
panjang,”
katanya.
Tak ingin memperparah kondisi dengan meminum steroid, Ruth memilih
berbaring di rumah. Ia lalu mengalami depresi berat dengan kondisi
tubuhnya. Derita Ruth membuat sang mama merasa miris akan kondisinya.
Sampai akhirnya doa untuk kesembuhan putrinya terkabul dengan
diperkenalkannya Ruth dengan Tahitian
Noni Juice.
Awalnya Ruth tidak mau karena harganya mahal dan ia pesimistis dengan
hasilnya. Tapi melihat kondisi mamanya yang menderita sakit ginjal dan
jantung bisa sembuh, Ruth mencoba meminumnya. Benar saja, dalam sebulan
imunitas Ruth kembali seperti semula. Ia sudah bisa kembali
beraktifitas. “Tuhan mengabulkan doa saya atas kesembuhan dan
merayakan Natal tahun ini bersama keluarga. Terima kasih Tahitian
Noni Juice
Ruthia
Pasaribu
SEMBUH
DARI PENYAKIT COCKSITIS TBC!
Akhir 2002 adalah awal dari penderitaan hidup saya, Ratnasari Ayudia
(52 tahun), karena divonis menderita penyakit infeksi tulang pinggul
(Penyakit Cocksitis TBC). Sejak saat itu saya hanya bisa terbaring
lemah. Berdiri harus dibantu. Padahal, sebelumnya saya adalah orang
yang aktif. Penderitaan itu membuat saya stress. Berat badan menyusut
dari 66 kg jadi 48 kg. Berbagai cara saya tempuh untuk kesembuhan, tapi
keputusasaanlah yang selalu menghampiri pikiran saya, karena hasil
pemeriksaan laboratorium tidak mengalami kemajuan.
Sampai suatu hari, saya dihampiri seorang rekan, yakni Indrayanti, yang
memperkenalkan Tahitian
Noni Juice pada awal Juni lalu, kesehatan saya
mulai pulih. Bahkan hasil pemeriksaan laboratorium saya berubah drastis.
Awalnya Laju Endap Darah (LED) saya mencapai angka 80. sejak saya
mengonsumsi Tahitian
Noni Juice 1 sloki pagi dan 1 sloki malam selama 1
bulan, LED saya perlahan mulai turun. Yang tadinya 26, menjadi 24. dua
bulan kemudian turun lagi menjadi 23. yang luar biasa, setelah 3 bulan
mengonsumsi TAHITIAN NONI JUICE, akhirnya LED mencapai angka normal
8—akhir penantian selama dua setengah tahun yang saya jalani
dengan meminum obat TBC dan lain-lain, yang tak membawa hasil.
Kejadian ini sempat membuat suami saya, yang juga seorang dokter merasa
heran. “Kok bisa ya?” katanya. Sampai-sampai suami
saya
menganjurkan agar saya selalu mengonsumsi Tahitian
Noni Juice.
Ratnasari Ayudya
SEMBUH
DARI PENYAKIT DERMATOMYOSITIS!
Namaku Maria Beatrix, lahir tahun 1980. sejak usia 5 tahun memakai
kursi roda karena penyakit Dermatomyositis, yaitu gangguan system
kekebalan tubuh (auto immune system) yang menyerang otot dan kulit
sendiri.
Penyakit ini tidak ada obatnya. Akibat minum obat penekan imun
(corticosteroid), tubuhku praktis tanpa perlindungan sehingga rentan
terkena jamur, virus, bakteri, ditambah efek samping obat yang sangat
luas.
Pankreasku sudah mundur. Aku diabetes sejak usia 16 tahun dan harus
suntik insulin. Daya kerja ginjal merosot sehingga harus minum pil
diuretic (peluruh urine). Kalau tidak, sekujur tubuh bengkak-bengkak
karena racun tak bias keluar akibat buang air kecil hanya sedikit.
Kondisiku sangat menurun, badan tidak kuat lagi, padahal aku gemar
berenang. Sedih rasanya.
Sampai suatu hari di bulan Maret 2006, seorang teman menelepon dan
memberitahu tentang Tahitian
Noni Juice. Waktu itu aku skeptis. Apakah
mungkin penyakit yang sudah 21 tahun bias membaik? Akhirnya bulan Juli
2006 aku memutuskan untuk mencobanya. Waktu itu aku minum 2 kali 60 ml,
sore dan malam hari. Ajaib! Pinggangku yang sudah 3 minggu sakit karena
terkilir, malam itu tidak terasa sakit lagi.
4 hari kemudian aku merasakan badan fit luar biasa. Padahal biasanya
sering lelah dan lesu. Aku coba pergi ke Bali, 10 hari 9 malam. Tetap
fit! Sewaktu disana, punggungku terbakar matahari dan sakit sekali.
Kucoba usapkan Tahitian
Noni Juice sebagai pengganti salep. Ajaib,
esoknya sakitnya hilang! Selain itu, kuku kaki/jempol yang sakit karena
infeksi selama 3 tahun, bisa sembuh dalam 1 malam setelah kutetesi Tahitian
Noni Juice! Padahal menurut dokter, kuku yang tak melekat itu
harus dicabut dan diobati selama 3 bulan yang membuatku merasa ngeri.
Yang lebih menakjubkan lagi, sebulan setelah minum Tahitian
Noni Juice,
semua obatku turun 50% dosisnya. Prednisone (penekan imun) menjadi 1
tablet/hari dan ternyata aku tetap fit. Kadar gula turun menjadi 150
dari 400 sehingga hanya perlu 20 unit insulin saja yang sebelumnya 40
unit. Puji Tuhan, sekarang aku tak perlu minum Lasix lagi (diuretic),
ginjalku sudah berfungsi normal, terbukti buang air kecil sangat lancar.
Tubuhku benar-benar jadi super fit berkat Tahitian
Noni Juice. Berenang
jadi kuat 15 meter x 10, dan ngebut di mall dengan kursi rodaku!
Hahaha... ternyata Tahitian
Noni Juice sangat aman, dan bisa
diminum sambil tetap menjalani pengobatan atau terapi lainnya. Aku
tidak pernah ada keluhan efek samping padahal aku sangat sensitif
dengan obat-obatan. Jadi, Tahitian
Noni Juice terbukti dapat digunakan
sebagai Obat Penyakit Dermatomyositis.
Maria
Beatrix
AUTIS
– EMOSI MUDAH DIKONTROL!
Konsentrasinya
mulai teratur dan dia mulai focus dalam menyerap
pelajaran disekolahnya. Bahkan kini Ara, sapaan untuk Aradea, 12 tahun
sudah mulai merasakan pubertas terhadap lawan jenisnya. Perkembangan
itulah yang kini dirasakan Ara yang menderita Autis sejak usianya 2,2
tahun. ‘Dia ngefans dengan kecantikan Laudya Chintya
Bella’
cerita Rizka Chandra Dewi, ibunda Ara, 41 tahun.
Putra pertama Rizka itu mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secaa
verbal. Sudah berbagai macam cara dilakukan untuk membuatnya kembali
normal, namun Allah SWT berkehendak lain. Selama hampir 10 tahun Rizka
berusaha agar Ara berperilaku layaknya anak pada umumnya.
Awalnya Ara adalah bayi yang lucu dan sehat, tidak ada tanda-tanda
negatif. Sampai usia hampir setahun, Ara tak jua mengeluarkan suar.
Rizka sempat khawatir dengan keadaanya. “Gejala itulah yang
akhirnya membuat Ara diperiksakan secara medis dan dokter mendiagnosa
bahwa Ara mengidap Autis,” kata Rizka.
Sejak itu Ara menjalani berbagai terapi, mulai dari terapi bicara, juga
perilaku sensorik, karena motorik halus dan kasarnya terganggu. Sampai
akhirnya Rizka mencoba Tahitian
Noni Juice sebagai Obat Autis yang
ditawarkan kakaknya. “Tujuan
awal saya adalah untuk menjaga
stamina dan imunitas Ara, karena ia banyak aktivitas, terlebih di
sekolah,” ungkap Rizka.
Tanpa diduga, baru 4 hari mengonsumsi Tahitian
Noni Juice, emosi Ara
tidak seperti biasanya. Ara semakin mudah dikontol. “Hal ini
membuat saya bahagia,” cerita Rizka dengan senang. Bahkan
Ara
semakin fokus terhadap hal-hal yang ia tangkap seperti bermain piano
dan untuk urusan fotografi. “Ara
suka motret, terlebih
pemandangan alam,” tambah Rizka. Tak ada syukur yang lebih
tinggi
selain Allah SWT yang telah mengubah kehendakNya.
Aradea
dan Rizka Chandra Dewi
PENYAKIT
VERTIGO SEMBUH!
Allah
SWT telah mengutus kebahagiaan menghampiri kehidupan Kristina
sejak September 2006 lalu. Kini Kristina kembali bersemangat dalam
menjalani hidupnya. Penderitaan yang ia alami sejak kecil sembuh dalam
sekejap. Senyum manisnya kembali menyeruak di tengah keluarga
tercintanya. Setelah mengonsumsi Tahitian
Noni Juice.
Kristina tidak pernah lagi merasakan sakit kepala yang hebat, akibat
vertigo yang dialami sejak duduk dibangku SMP. “Saya bahagia
bisa mengurusi keluarga secara sempurna,” katanya.
Selama hamper separuh hidupnya, Kristina merasakan sakit kepala yang
hebat. Tak hanya itu, jantungnya yang lemah, ginjal yang tak sehat dan
radang sendi, menjadi bagian dari deritanya yang lain.
“Akibatnya saya menjadi depresi
dengan sakit yang tak kunjung
sembuh. Saya jadi pesimistis. Setiap hari saya bersedih, karena anak
dan suami harus merelakan waktu untuk mengurusi saya,”
katanya.
Parahnya lagi telinga Kristina menjadi tulis serta beberapa giginya
harus tanggal, karena efek obat yang dikonsumsi, Kristina merasa serba
salah. Jika mengonsumsi obat, vertigonya berkurang, tapi penyakit lain
justru dating. Jika obat tidak dikonsumsi, ia tak kuat menahan sakit
kepala. “Pilihan berat yang
harus ditanggung,” ujar
Kristina.
Tapi semua itu telah berkahir. Sejak Kristina mencoba Tahitian
Noni Juice, berangsur-angsur Penyakit Vertigo yang dideritanya
sembuh secara
berkala. “Allah SWT telah
menunjukkan kebesaran-Nya melalui Tahitian
Noni Juice,” katanya.
Kristina
LUKA
BAKAR SIRNA DALAM 10 HARI PERANTARA TAHITIAN NONI JUICE!
Peristiwa
yang menimpa saya 26 April 2007 tidak bisa dilupakan begitu
saja. Saat itu, usai memasak sekitar pukul sebelas, kompor gas yang
saya gunakan tiba-tiba meledak. Karena panik, kompor tersebut saya
siram dengan air. Tapi bukannya padam, api malah membesar dan membakar
bagian wajah saya. Akibatnya, wajah dan leher saya hangus serta
meninggalkan luka bakar yang cukup serius.
Puji Tuhan Tahitian
Noni Juice bisa memulihkan keadaan wajah saya hanya
dalam waktu 10 hari. Untungnya sehari sebelum kejadian saya sudah
mengonsumsi Tahitian
Noni Juice untuk mengobati benjolan yang terdapat
di payudara saya. Sekalian saja saya meminumnya untuk kesembuhan luka
bakar tersebut. Hasilnya, luka bakar diwajah saya mongering dan
berangsur-angsur sembuh.
Dokter Spesialis Kulit yang sempat merawat saya heran dengan kesembuhan
wajah saya yang begitu cepat. Menurutnya perlu waktu tiga bulan untuk
kesembuhan luka bakar seperti ini. Bahkan dokter itu pernah melarang
saya mengonsumsi Tahitian
Noni Juice dan menganjurkan untuk operasi.
Namun, tersebut tidak saya hiraukan dan saya terus meminumnya3 kali sehari. Sekali lagi saya
sangat berterima kasih
kepada Tahitian
Noni Juice karena melalui perantara-Nya lah wajah saya
kembali mulus seperti semula.
Saya mengenal Tahitian
Noni Juice dari seorang rekan. Awalnya tidak
tertarik karena harganya yang selangit. Suatu hari, ketika beribadah ke
Gereja, ada seorang jemaat yang memberi kesaksian
‘kemanjuran’ Tahitian
Noni Juice dalam menyembuhkan
Penyakit Kanker Rahim yang dideritanya. Sejak itu saya mengonsumsinya dan terus meminumnya hingga
sekarang. Puji Tuhan,
semua penyakit yang saya derita seperti benjolan pada payudara, luka
bakar di wajah dan kejang sendi otot hilang total. Ini sesuatu yang
menggembirakan.
Lili
Kartini Chendana
AMBEIEN
SEMBUH SETELAH DUA BULAN!
Penyakit
ambeien (Hemoroid) yang telah menyerang puluhan tahun,
ternyata bisa 'dilenyapkan' hanya dalam waktu dua
bulan dan tanpa operasi. Caranya, hanya dengan mengonsumsi Tahitian
Noni Juice sedikitnya dua kali sehari sebanyak 30cc.
Inilah yang dilakukan Ronny Baladewa, 48 tahun. Ia menderita ambeien
sejak usia 17 tahun, saat masih duduk di bangku SMA. Ceritanya, Ronny
muda sangat menggemari olahroga angkat besi. Karenanya, ia bergabung ke
sebuah klub angkat besi yang ada di Jakarta.
Namun, Ronny kurang memperhatikan saran-saran atau petunjuk dari
instrukturnya, terutama bagaimana mengangkat besi yang aman. Akibatnya,
ia menderita ambeien. Ditambah lagi dengan kegemarannya makan-makanan
pedas, membuat Penyakit ambeien-nya menjadi semakin parah.
Berbagai pengobatan lantas dicoba. Puluhan dokter dan ahli alternative
didatanginya. Namun, tanda-tanda kesembuhan tak kunjung tiba. Malah
seorang dokter menyarankan agar ambeiennya dioperasi. Tentu saja saran
tersebut ditolaknya mentah-mentah.
Hingga pada akhir Agustus 2007, ia berkunjung ke seorang teman yang
telah bergabung dengan Tahitian
Noni Juice. Temannya tersebut
menawarkan Ronny mengonsumsi Tahitian
Noni Juice. Selain untuk
penyakitnya, juga untuk kesehatannya, dan dicobanya.
Dibulan kedua, ia merasakan stamina tubuhnya yang meningkat.
“Bahkan, ambeien saya kok juga
sembuh,” katanya.
Berkat Tahitian
Noni Juice yang diminumnya secara rutin dua kali
sehari, nyeri yang diakibatkan oleh ambeien sudah tidak ada lagi. Tubuh
sehat, ambeien pun lenyap.
Ronny
Baladewa
PENANGANAN VERTIGO DAN
MAAG AKUT
Sejak duduk dibangku SMA, sakit kepala terus menemani perjalanan hidup
Fitri Ariani (47 tahun). Awalnya rasa itu mendera dengan frekuensi yang
tidak sering. Namun lambat laun, hampir setiap hari Fitri merasakannya.
“Sakitnya bisa berlipat
manakala saya harus memikirkan hal-hal yang berat, baik masalah
keluarga maupun pekerjaan,” jelas Fitri. Obat menjadi
andalan Fitri untuk mengurangi rasa sakit kepala yang teramat sangat
itu. “Bahkan sehari saya bisa
habis 2 strip obat pusing,” katanya. Dokter yang
ditemuinyapun tidak memberikan solusi. Fitri hanya mendapat penjelasan
bahwa ini adalah vertigo. Dan vertigo belum ada obatnya. Kalaupun
diberi obat, hanya sebagai penenang bukan penyembuh. Terpaksa Fitri
harus pasrah mendengar vonis yang diberikan dokter. Terbayang dalam
hidupnya siksaan sakit kepala yang akan terus mendera seumur hidupnya.
Maret 2009 lalu, menjadi puncak depresi Fitri atas derita yang
dialaminya. Kepasrahan total telah menggema di hatinya. Doa, dan
ikhtiar terus dijalankan. “Alhamdulillah,
Allah SWT mengabulkan doa saya, dengan mengutus TNJ sebagai
mediasi kesembuhan bagi saya,” terang Fitri yang
sebelumnya sempat tidak percaya dengan produk apapun, karena ia telah
mencoba namun hasilnya tetap nihil.
“Saya telah mencoba berbagai
obat-obatan baik medis maupun herbal. Namun tak satupun yang mampu
meredakan sakit ini. Hingga akhirnya saya mencoba Tahitian
Noni Juice. Awalnya sempat
ragu, namun setelah dicoba dengan terpaksa, justru Tahitian
Noni Juice memberikan
perubahan yang luar biasa pada saya,” cerita Fitri.
Setelah mengonsumsi Tahitian
Noni Juice selama dua minggu, Fitri langsung merasakan
khasiatnya. “Sakit kepala itu tidak muncul lagi, dan yang
hebatnya lagi, bukan hanya vertigo saya yang disembuhkan, maag
akut saya pun ikut turut dibenahi Tahitian
Noni Juice,” katanya.
Maag juga menjadi penambah derita kesehatan Fitri, bahkan Fitri pernah
menjalani opname karena maagnya sangat akut. “Saat masa detoksifikasi, saya sampai
muntah-muntah, namun setelah itu, saya bebas dari rasaperih pada
lambung dan yang pasti saya bebas makan.” Kini Fitri lebih
tenang dan bersemangat dalam menjalani hari-hari. Tidak ada lagi kata
putus asa dalam hidupnya.